Beranda

Program

Kabar Wakaf

Akun

Wakaf Salman

Kapan Puasa Arafah 2025? Simak Penjelasannya!

Banyak yang bertanya tentang kapan puasa Arafah dilaksanakan, terutama menjelang momen Idul Adha. Puasa Arafah merupakan salah satu amalan sunah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Pelaksanaan puasa ini jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender Hijriah. Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, mengetahui kapan puasa Arafah dilaksanakan menjadi hal penting agar tidak terlewatkan kesempatan meraih pahala besar dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Melaksanakan puasa Arafah dengan benar tentunya memerlukan pemahaman yang tepat terkait waktu pelaksanaannya. Untuk tahun 2025, umat Muslim perlu mencermati penentuan tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan hasil rukyatul hilal atau metode hisab falakiah. Cara puasa Arafah yang benar juga perlu dipahami agar ibadah ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Lantas, kapan puasa Arafah 2025 dilaksanakan? Yuk simak penjelasan dan ketentuannya di bawah ini!

Pengertian Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Hari tersebut bertepatan dengan hari ketika para jamaah haji melaksanakan wukuf di padang Arafah, yang merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji.

Baca Juga: Jangan Keliru, Inilah Doa Puasa Sunnah yang Shahih!

Bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, puasa Arafah sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Namanya diambil dari tempat pelaksanaan wukuf, yaitu padang Arafah yang terletak sekitar 20 kilometer dari kota Mekah. Padang Arafah memiliki posisi yang sangat istimewa dalam rangkaian ibadah haji.

Menariknya lagi, bagi jamaah haji sendiri justru tidak disunnahkan untuk berpuasa pada hari Arafah. Hal ini karena mereka membutuhkan tenaga dan kekuatan fisik untuk melaksanakan wukuf yang merupakan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan.

Cara Menentukan Tanggal Puasa Arafah

Untuk menentukan kapan puasa Arafah dilaksanakan, kita perlu memahami bahwa tanggalnya selalu jatuh pada 9 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Karena kalender Hijriyah berdasarkan pergerakan bulan, maka tanggal pelaksanaannya dalam kalender Masehi bergeser setiap tahunnya.

Lalu kapan puasa Arafah 2025 dilaksanakan? Berdasarkan perhitungan astronomis, puasa Arafah di tahun 2025 diperkirakan jatuh pada hari Kamis, 5 Juni 2025. Namun, perlu diingat bahwa tanggal pasti bisa saja berbeda tergantung pada hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan) yang dilakukan oleh otoritas keagamaan setempat.

Di Indonesia, penetapan tanggal puasa Arafah biasanya mengikuti keputusan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Pemerintah akan mengadakan sidang isbat untuk menentukan tanggal pasti pelaksanaan Idul Adha, yang kemudian juga menentukan tanggal puasa Arafah (sehari sebelum Idul Adha).

Sobat Wakaf perlu memperhatikan pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI menjelang bulan Dzulhijjah 1446 H untuk memastikan kapan tepatnya puasa Arafah 2025 dilaksanakan. Perbedaan metode penentuan awal bulan kamariah bisa menyebabkan perbedaan tanggal di beberapa negara atau organisasi keagamaan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penentuan Tanggal

Penentuan tanggal puasa Arafah dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Metode yang digunakan untuk menetapkan awal bulan hijriyah menjadi faktor utama yang dapat menyebabkan perbedaan tanggal.

Ada dua metode yang umum digunakan dalam penentuan awal bulan hijriyah, yaitu metode rukyatul hilal (pengamatan bulan secara langsung) dan metode hisab (perhitungan astronomis). Perbedaan penggunaan metode ini terkadang menyebabkan perbedaan tanggal pelaksanaan ibadah tertentu termasuk puasa Arafah.

Selain itu, lokasi geografis juga dapat mempengaruhi hasil pengamatan hilal. Negara-negara yang berada di belahan bumi yang berbeda mungkin melihat hilal pada waktu yang berbeda pula, sehingga tanggal pelaksanaan puasa Arafah juga bisa berbeda.

Baca Juga: Beginilah Cara Rasulullah Berpuasa..

Oleh karena itu, sebagai muslim yang baik, Sobat Wakaf sebaiknya mengikuti ketetapan dari otoritas keagamaan di daerah masing-masing untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam beribadah.

Cara Puasa Arafah

Melaksanakan puasa Arafah pada dasarnya sama seperti melaksanakan puasa-puasa sunnah lainnya. Berikut ini adalah tata cara melaksanakan puasa Arafah yang benar:

  1. Pertama, berniat untuk melaksanakan puasa Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar. Niat bisa diucapkan dalam hati atau dilafalkan. Contoh lafaz niat puasa Arafah adalah: “Nawaitu shauma ghadin ‘an yaumil ‘arafati sunnatan lillahi ta’ala”. Artinya “Saya berniat puasa besok pada hari Arafah sunnah karena Allah Ta’ala”.
  2. Kedua, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain makan, minum, dan hubungan suami istri.
  3. Ketiga, sebaiknya memperbanyak ibadah dan amalan baik selama berpuasa. Hari Arafah merupakan hari yang sangat istimewa, sehingga disunnahkan untuk memperbanyak zikir, doa, membaca Al Quran, dan sedekah.
  4. Keempat, segera berbuka puasa ketika waktu maghrib telah tiba. Disunnahkan untuk berbuka dengan kurma dan air putih, kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib sebelum melanjutkan berbuka dengan makanan lainnya.

Amalan yang Dianjurkan Saat Puasa Arafah

Selain menjalankan puasa dengan benar, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari Arafah. Amalan-amalan ini dapat meningkatkan kualitas ibadah puasa kita.

Memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada hari Arafah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa doa terbaik pada hari Arafah adalah “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir”.  Artinya “Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Selain itu, membaca Al Quran, bersedekah, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga sangat dianjurkan. Semua amalan baik pada hari yang mulia ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Berdoa untuk diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam juga merupakan amalan yang sangat baik dilakukan pada hari Arafah. Allah subhanahu wa ta’ala membuka pintu rahmat dan pengampunan selebar-lebarnya pada hari tersebut.

Baca Juga: 8 Golongan Penerima Sedekah

Puasa Arafah merupakan salah satu amalan sunah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam Islam. Untuk tahun 2025, perkiraan tanggal puasa Arafah akan jatuh sekitar awal Juni, namun tanggal pastinya akan ditentukan melalui sidang isbat Kementerian Agama RI berdasarkan hasil rukyatul hilal atau perhitungan astronomis.

Sobat Wakaf, mari kita persiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut dan melaksanakan puasa Arafah 2025 dengan penuh kekhusyukan. Dengan mengetahui kapan puasa Arafah dilaksanakan dan bagaimana cara menjalankannya dengan benar, kita dapat memaksimalkan ibadah ini dan meraih keberkahan serta rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang berlimpah.

Setelah mengetahui kapan puasa Arafah, ada baiknya kita persiapkan diri untuk mengamalkan ibadah tambahan, di antaranya sedekah jariyah atau wakaf. Dengan begitu, pahala yang didapat akan mengalir terus bahkan hingga kita meninggal dunia, lewat kebermanfaatan jariyah.

Yuk, tunaikan Wakaf dan Infak terbaikmu sekarang! Klik tombol di bawah ya..

    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Copyright © 2026 Wakaf Salman. All Rights Reserved.