Bagaimana definisi dan pemaknaan Bulan Muharram dalam Quran? Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Islam (Hijriah) dan merupakan salah satu dari empat bulan suci yang disebutkan dalam Al-Quran, yaitu bulan-bulan yang memiliki keistimewaan spiritual dan larangan untuk melakukan perbuatan dosa.
Kata “Muharram” berasal dari akar kata haram, yang berarti “dilarang” atau “diharamkan”. Nama tersebut diberikan karena bulan ini dianggap suci dari segala bentuk peperangan dan pertumpahan darah dilarang keras selama periode ini.
Dalam konteks Islam, bulan Muharram menjadi salah satu bulan yang memiliki kedudukan mulia, bahkan disebut sebagai “Syahrullah” atau bulan Allah. Lantas, bagaimana sih sebenarnya keutamaan Bulan Muharram dalam Quran? Yuk, simak pembahasannya sampai habis!
Daftar Isi
Sebutan Muharram dalam Quran
Secara eksplisit, Al-Qur’an tidak menyebut nama “Muharram” secara langsung. Namun, Al-Qur’an menyebut tentang bulan-bulan haram dalam beberapa ayat, dan Muharram adalah salah satunya.
QS. At-Taubah ayat 36: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
Baca Juga: Ini Keutamaan 10 Muharram yang Jarang Orang Tahu!
Ayat ini menegaskan bahwa Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci, bersama dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dalam konteks Muharram dalam Quran, bulan ini dianggap sebagai waktu yang penuh berkah di mana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ketaatan dan menjauhi perbuatan dosa. Larangan untuk “menganiaya diri” dalam ayat ini menunjukkan pentingnya menjaga kesucian bulan ini dengan menghindari perbuatan maksiat, konflik, atau tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Keutamaan Bulan Muharram
Bulan Suci yang Dimuliakan Allah SWT
Seperti disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 36, Muharram adalah salah satu bulan suci yang dimuliakan Allah. Melakukan amal saleh di bulan ini akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda, sementara melakukan dosa akan memperberat hukuman spiritual.
Puasa di Bulan Muharram
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan besar. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim)
Puasa Asyura, yang dilakukan pada tanggal 10 Muharram, adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Puasa ini memiliki sejarah panjang, termasuk dalam peristiwa penyelamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun, yang menjadi salah satu pelajaran penting dalam Muharram dalam Quran.
Awal Tahun Baru Hijriah
Muharram menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Islam. Ini adalah waktu untuk merenungkan perjalanan hidup, menetapkan tujuan spiritual, dan memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kesempatan untuk Bertaubat
Sebagai bulan suci, Muharram adalah waktu yang tepat untuk bertaubat dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Dalam Al-Quran, Allah SWT berulang kali menegaskan bahwa Dia Maha Pengampun bagi hamba yang kembali kepada-Nya dengan tulus.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Meskipun Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci tentang amalan-amalan khusus di bulan Muharram, tetapi terdapat banyak hadis sahih yang menunjukkan keutamaannya.
Puasa Asyura dan Tasu’a
Puasa pada tanggal 10 Muharram (Asyura) adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menganjurkan untuk berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur atas penyelamatan Nabi Musa AS. Selain itu, puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) juga dianjurkan untuk membedakan tradisi puasa umat Islam dengan umat lain. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda:
“Berpuasalah pada hari Asyura dan bedakanlah dengan puasa orang Yahudi, yaitu berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Apa Saja Kejadian di 10 Muharram? Simak Kisahnya di Sini!
Meningkatkan Ibadah dan Dzikir
Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Quran, dan melakukan shalat sunnah. Dengan memperbanyak ibadah, umat Islam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh ketenangan hati.
Sedekah
Melakukan sedekah di Bulan Muharram dan membantu sesama adalah amalan yang sangat dianjurkan. Kebaikan sekecil apa pun di bulan suci ini akan mendapatkan ganjaran yang besar dari Allah SWT.
Bulan Muharram memiliki makna akan spiritual dan pelajaran hidup, sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Muharram dalam Qur’an memberikan kesempatan bagi umat islam untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui puasa, ibadah, dan amalan-amalan lainnya seperti sedekah. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, tunaikan sedekah di Bulan Muharram!
Klik tombol di bawah ya..


