Saad bin Abi Waqqas, atau biasa dikenal dengan nama Saad bin Malik, merupakan seorang sahabat dari Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang menjadi orang ketujuh memeluk Islam. Beliau juga termasuk ke dalam golongan pertama, atau Assabiqunal Awwalun, yang masuk Islam.
Dikenal karena bidikan panah nya yang selalu tepat sasaran, Saad bin Abi Waqqas ialah sahabat yang gigih membela Islam. Beberapa musuh kerap ia hadapi baik di medan pertempuran, maupun di medan dakwah. Ia tidak gentar membela Islam dan Nabi Muhammad, meskipun yang menentang adalah ibunya sendiri.
Baca Juga: Khabbab bin Arat, Seseorang yang Khawatir akan Harta Kekayaannya
Saad bin Abi Waqqas juga berperan penting dalam penyebaran Islam di wilayah China pada sekitar pertengahan abad ke-7. Lantas bagaimana kisah inspiratif dan biografi dari Saad bin Abi Waqqas? Yuk simak tulisannya sampai habis!
Daftar Isi
Biografi Saad bin Abi Waqqas
Saad bin Abi Waqqas adalah ketrunan Bani Zuhrah yang lahir di Mekkah pada tahun 595. Orang tuanya adalah sosok yang terpandang, khususnya di kalangan suku Quraisy dan penduduk Mekkah. Saad memiliki hubungan dengan Nabi Muhammad karena ia berkerabat melalui pamannya, yakni Abdul Manaf, yang juga paman dari ibu Nabi, Aminah binti Wahhab.
Ketika Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebarkan Islam, Saad bin Abi Waqqas yang pada saat itu berusia 17 tahun langsung memeluk Islam bersama para sahabat Nabi lainnya. Ia tak gentar dengan keputusannya menjadi seorang Muslim.
Ibu Saad tak hanya marah setelah mengetahui anaknya memeluk Islam, ia bahkan mengancam untuk tidak makan sampai Saad kembali ke ajaran nenek moyangnya. Namun Saad tetaplah teguh, hingga akhirnya sang ibu luluh dan merestuinya masuk Islam.
Saad dan Anak Panah yang Selalu Tepat Sasaran
Saad memiliki peran yang penting dalam berbagai perang yang dihadapi umat Muslim pada saat itu. Ia sangat lihai dalam memainkan anak panah, hingga menggunakannya dalam medan peran. Ia adalah orang Islam pertama yang melesatkan anak panah dan melukai Ubaid bin Harits.
Dalam perang manapun, jika Saad ada di dalam pasukan tersebut, maka seluruh bala tentara Islam akan merasa tenang. Selain karena kelihaiannya dalam peperangan menggunakan panah, ia juga membuat tentara Islam tenang akibat ketaqwaannya yang luhur.
“Demi Allah, sayalah orang pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah”, begitulah penuturan Saad bin Abi Waqqas. Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutus 60 orang ke Makkah di bawah pimpinan Ubaidah bin Haris, karena kaum Kafir Quraisy yang sering melakukan pelanggaran terhadap Perjanjian Hudaibiyah.
Namun demikian, sempat juga terjadi bentrokan singkat ketika beberapa anggota pasukan kafir Quraisy menyerang. Saat itu, Saad bin Abi Waqqas yang memegang panah dengan gagah melesatkan anak panahnya. Itulah anak panah pertama yang dilepaskan untuk membela Islam.
Baca Juga: Khalid bin Walid dan Wakafnya di Jalan Allah
Berkelana ke Negeri Tirai Bambu
Saad juga diyakini sebagai sahabat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menyebarkan Islam dan menjadi mubaligh di Cina. Kala itu, pada tahun 651, Saad disebut pernah menyebarkan Islam di dataran Cina yang berada di bawah kekuasaan Kaisar Yong Hui dari Dinasti Tang.
Dakwah Saad bin Abi Waqqas di Cina dibenarkan oleh penduduk lokal, yaitu, suku Muslim Hui. Hal itu dibuktikan pula dengan berdirinya Masjid Agung Huasisheng atau Masjid Saad bin Abi Waqqas.
Akhir Perjalanan Saad
Saad menutup usianya pada tahun 674, di rumahnya, yang berada di Atiq, tak jauh dari Kota Madinah. Menurut beberapa sumber, diriwayatkan bahwa Saad meninggal akibat diracun. Beliau pun dimakamkan di Kompleks Pemakaman Baqi, sebuah kompleks pemakaman para sahabat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Sobat Wakaf sekalian, yuk raih pahala jariyah dengan cara menunaikan sedekah jariyah atau wakaf, melalui website Wakaf Salman! Klik tombol di bawah ya..


