Terangi Rumah Allah, Terangi Jalan Pahala
Masjid bukan sekadar tempat shalat, tetapi ruang untuk bermunajat, bertadabbur, dan membaca ayat-ayat Allah.
Pencahayaan yang kurang optimal membuat jamaah cepat lelah, sulit fokus, dan kurang nyaman saat membaca Al-Qur’an—terutama pada waktu malam dan subuh. Dengan pencahayaan yang tepat, ibadah menjadi lebih khusyuk, ayat-ayat Al-Qur’an terbaca lebih jelas, dan suasana masjid terasa lebih hidup.
Masjid Salman ITB dirancang oleh Ahmad Noeman pada tahun 1963 dan ditetapkan sebagai bangunan heritage bernilai arsitektur tinggi.
Sebagai bangunan cagar budaya, setiap upaya renovasi harus dilakukan dengan pendekatan non-invasif—menjaga keaslian bentuk, struktur, dan karakter ruang masjid.
Tantangannya, titik instalasi pencahayaan sangat terbatas. Maka, peningkatan cahaya tidak bisa dilakukan sembarangan.
Melalui program wakaf ini, renovasi pencahayaan difokuskan untuk:
✔️ Meningkatkan tingkat terang dan pemerataan cahaya
✔️ Membantu jamaah membaca Al-Qur’an dengan lebih nyaman
✔️ Mengoptimalkan titik instalasi yang sudah ada
✔️ Menjaga estetika interior—lebih hidup, dramatis, dan tetap harmonis
✔️ Menghormati nilai sejarah dan arsitektur masjid
Semua dirancang dengan penuh kehati-hatian agar fungsi dan keindahan berjalan seiring.
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, walau sekecil sarang burung atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga” (HR. Ibnu Majah no. 738)
Dari kita untuk kita. Raih pahala jariyah dan hadirkan kenyamanan beribadah di Masjid Salman ITB, melalui program Wakaf Masjid Salman ITB!



