Di negeri sakura Jepang, masih banyak Muslim yang sulit beribadah berkat minimnya masjid.
Ketika mendengar Jepang, yang terbayang mungkin adalah negara dengan teknologi canggih dan modern. Namun di balik semua kemajuan itu, ada kenyataan yang jarang diketahui.
Ribuan muslim di Jepang masih harus melaksanakan sholat di ruang sewaan, gedung serbaguna, bahkan ruang sempit yang disulap menjadi tempat ibadah karena keterbatasan masjid.
Padahal hingga tahun 2024, diperkirakan terdapat 230.000 – 300.000 muslim yang kini tinggal di Jepang.
Di Prefektur Chiba, contohnya. Sekitar 15.000 muslim terpaksa harus sholat di masjid kecil, jauh dari kawasan tempat tinggal. Padahal masjid adalah rumah. Tempat mereka belajar dan menimba nilai-nilai Islam di rantau.
Dari kebutuhan tersebut, Wakaf Salman hendak berikhtiar membangun Masjid Al Muttaqin Chiba – Mualaf & Islamic Cultural Center di Kota Matsudo, Prefektur Chiba.
Nantinya, bangunan masjid akan terdiri dari tiga lantai:
Lantai 1 untuk ruang salat akhwat, TPA, kajian muslimah, serta pembinaan mualaf dan keluarga Muslim.
Lantai 2 sebagai ruang salat utama, salat Jumat, kajian rutin, dan kegiatan Ramadan.
Lantai 3 menjadi pusat layanan komunitas, ruang serbaguna, kantor administrasi, hingga pusat informasi bagi Muslim diaspora.
Yuk, jadi bagian dari lahirnya Rumah Allah di Jepang melalui program Wakaf Pembangunan Masjid Al Muttaqin, Chiba, Jepang!



