Wakaf untuk Keberlanjutan Masjid: Menjaga Warisan Umat Melalui Kontribusi Berkelanjutan

Wakaf untuk Keberlanjutan Masjid: Menjaga Warisan Umat Melalui Kontribusi Berkelanjutan

Sobat Wakaf tahu gak, sih, tentang masjid tertua yang terletak di Indonesia? Namanya adalah Masjid Baitussalam atau yang lebih dikenal dengan Masjid Saka Tunggal. Masjid ini terletak di Banyumas, tepatnya pada Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Mengutip dari laman Dunia Masjid Jakarta Islamic Center, Masjid Saka Tunggal dibangun pada tahun 1288 dan telah berusia sekitar 735 tahun. Terdapat sebuah pahatan prasasti yang memberikan informasi terkait dengan pendirian Masjid. Uniknya dari Masjid ini, terdapat satu buah tiang penyangga utama yang terbuat dari kayu jati, itulah asal muasal dari nama Masjid Saka Tunggal sendiri.

Demi menjaga kelestarian Masjid Saka Tunggal, pemerintah telah melakukan dua kali pemugaran sejak tahun 1965. Tidak banyak perubahan yang dilakukan pada bangunan utama Masjid selain pada tembok penopang dan bagian atap. Pemugaran yang dilakukan ini bertujuan agar Masjid kokoh dan tetap pada bentuk aslinya.

Pentingnya Berwakaf Untuk Keberlanjutan Masjid

Masjid adalah salah satu media penyebaran agama islam. Indonesia merupakan negara dengan populasi islam terbanyak di dunia. Melansir dari Databoks tahun 2023, populasi muslim Indonesia sebanyak 240.62 juta jiwa. Maka dari itu, kebutuhan akan tempat beribadah bagi umat muslim menjadi perhatian bukan hanya bagi pemerintah saja, melainkan juga masyarakat secara umum. 

Pentingnya Pemeliharaan Masjid

Membangun masjid tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, diperlukan kesadaran bersama untuk proses pemeliharaan yang berkesinambungan. Beberapa bagian penting masjid yang perlu jadi perhatian adalah kenyamanan lantai, ventilasi udara, keamanan dan kokohnya bangunan, sarana prasarana, hingga kamar mandi untuk bersuci. 

Masyarakat umum adalah golongan pertama yang akan merasakan manfaat dari ketersediaan masjid. Mengetahui hal tersebut, sudah sepantasnya jika masyarakat turut andil dalam menyokong pemeliharaan masjid ini. Peran serta masyarakat dalam pemeliharaan masjid umumnya berupa wakaf. Wakaf untuk keberlanjutan masjid dapat berupa:

  • Benda tidak bergerak seperti tanah dan bangunan
  • Benda bergerak selain uang seperti kendaraan bermotor, mesin pembangunan, dan logam mulia
  • Benda bergerak berupa uang

Model Keberlanjutan Melalui Wakaf

Model keberlanjutan melalui wakaf terbagi menjadi dua jenis yaitu model tradisional dan orientasi produktif-profesional. Model wakaf tradisional menitikberatkan pada proses pemanfaatan wakaf pada ranah konsumtif seperti pembangunan masjid, tanah kuburan, dan pesantren. Oleh karena itu, pada model ini wakaf yang ditunaikan umumnya dalam bentuk tanah dan bangunan. 

Pada model wakaf produktif-profesional, pengelolaan wakaf lebih berkembang. Beberapa contoh seperti pemilihan lokasi yang strategis, penambahan ruang pertemuan dalam masjid, gedung serbaguna, area khusus berjualan, dan lainnya. Sehingga, wakaf yang ditunaikan oleh wakif bisa lebih variatif. 

Selanjutnya, terdapat satu jenis pengelolaan wakaf produktif-profesional yang dimanfaat untuk memberdayakan ekonomi umat. Wakaf produktif adalah harta benda yang diwakafkan dengan tujuan produksi. Hasil dari pengelolaan ini nantinya akan tetap disalurkan sebagaimana tujuan wakaf itu sendiri.  Wakaf produktif menggunakan sistem mudharabah, yaitu bagi hasil.

Kisah Sukses Keberlanjutan Masjid dari Wakaf

Salah satu Masjid yang tergolong sukses dengan aliran dana wakaf adalah, Masjid Salman Al Hijrah, yang berlokasi di Kampung Cakuem, Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kab Lebak, Banten. Masjid tersebut dibangun berdasarkan dana wakaf yang dikelola Wakaf Salman, dan pembangunannya dikerjasamakan dengan Baitul Wakaf.

Masjid Salman Al Hijrah merupakan Masjid berteknologi modular, yakni inovasi Masjid ramah lingkungan yang berbahan dari kayu. Teknologi tersebut dipilih untuk disisipkan di Masjid Al Hijrah karena Desa Cakuem adalah salah satu desa atau wilayah penghasil kayu.

Salah satu warga Kampung Cakuem, Rumani, menyatakan bahwa saat ini warga sudah memiliki Masjid yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Dulu, dari rumah ke Masjid berjarak sekitar 15-20 menit ditempuh dengan jalan kaki, dengan medan yang tak biasa.

Dukungan juga dinyatakan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Desa Cakuem, Iyan Fitriyana. Iyan menyampaikan terima kasihnya kepada Wakaf Salman dan para donaturnya karena telah mensiasati program Masjid dari dana wakaf tersebut

Program Wakaf Masjid Salman

Pada zaman ini, pengelolaan wakaf lebih terjaga. Terbukti dengan adanya Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2006 tentang Wakaf. Wakaf adalah salah satu ibadah yang sifatnya jangka panjang, yaitu memberikan kebaikan yang mengalir pada wakif (pelaku wakaf). Oleh karena itu, penting untuk menjadi pertimbangan dalam memilih jenis wakaf yang akan ditunaikan.


Di sisi lain menuju ramadan 1445 H, 99 Masjid Nusantara adalah salah satu program Wakaf Salman yang digalakkan untuk merenovasi masjid-masjid yang membutuhkan bantuan wakaf. Program ini dikhususkan untuk menyambut bulan penuh berkah dengan kenyamanan ibadah yang melimpah. Bantuan yang disediakan berupa renovasi infrastruktur, penyediaan hingga perbaikan sarana prasarana. Melalui wakaf untuk keberlanjutan masjid, ciptakan kesetaraan untuk masyarakat Indonesia.

Literasi
Artikel
Wakaf

Bagikan :

Literasi
Artikel
Wakaf
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us