Jika Sobat Wakaf bertanya tentang Puasa Ayyamul Bidh tanggal berapa, maka ini lah laman yang tepat. Tak hanya soal kapan Puasa Ayyamul Bidh, tapi kita juga akan mengulas tentang pelaksanaan, tata cara, niat, dan keutamaan Puasa Ayyamul Bidh.
Maka dari itu, yuk simak tulisannya sampai habis!
Daftar Isi
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Amalan ini dilaksanakan di setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam penanggalan Hijriah. Kata “Ayyamul Bidh” secara harfiah berarti “hari-hari putih” yang merujuk pada malam-malam saat bulan sedang dalam fase purnama dan bercahaya penuh di langit. Barangsiapa yang mengamalkan puasa Ayyamul Bidh akan mendapatkan pahala besar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih.
Baca Juga: Puasa Bulan Safar; Niat, Tata Cara, dan Doanya
Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah).” Dan beliau bersabda “Puasa Ayyamul Bidh itu seperti setahun.” (HR. Abu Daud dan An Nasai, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa ini di setiap bulan. Dalam hadits disebutkan “Wahai Abu Dzar! Jika kamu berpuasa tiga hari dalam satu bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR. Tirmidzi).
Artinya, puasa Ayyamul Bidh adalah bagian dari puasa sunnah yang konsisten dilakukan oleh Rasulullah dan dianjurkan untuk diamalkan oleh umatnya.
Bulan April 2025 menjadi waktu yang bertepatan dengan pertengahan bulan Syawal 1446 H, yang artinya waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk menunaikan puasa Ayyamul Bidh. Selain sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, puasa ini juga menjadi pelengkap ibadah puasa di bulan Syawal. Jadi, jika kamu ingin memperbanyak amal ibadah di bulan Syawal, puasa Ayyamul Bidh bisa menjadi amalan yang penuh dengan keberkahan.
Puasa Ayyamul Bidh Tanggal Berapa?
Umumnya, puasa Ayyamul Bidh tanggal berapa, tergantung dari kalender Hijriah. Namun tanggal pelaksanaannya adalah 13, 14, dan 15 Hijriah. Namun, kalender Hijriah berdasarkan pada bulan yang bisa berbeda dengan kalender Masehi, maka pelaksanaannya setiap bulan bisa berbeda-beda.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Melaksanakan amalan sunnah puasa Ayyamul Bidh memiliki banyak keutamaan di antaranya:
Pahala seperti puasa setahun penuh
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan menggabungkan tiga hari puasa setiap bulan maka pahala puasa yang didapatkan sama dengan puasa selama satu tahun.
Membersihkan jiwa dan raga
Selain menahan lapar dan haus, puasa Ayyamul Bidh bisa membantu membersihkan hati dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Melatih ketakwaan
Jika puasa Ayyamul Bidh selalu dilakukan di setiap bulannya, maka puasa ini bisa menjadi sarana untuk melatih konsistensi ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca Juga: Apa Itu Dzulqadah? Kenali 5 Amalannya!
Tips menjalani puasa Ayyamul Bidh agar konsisten
- Pasang pengingat pada kalender agar tidak lupa jadwalnya.
- Ajak orang terdekat agar bisa saling mengingatkan dan mendapatkan semangat bersama.
- Konsumsi makanan sahur yang bergizi agar kuat saat menjalani puasa.
- Gunakan momen puasa ini untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.
Apakah puasa Ayyamul Bidh harus dilakukan dalam tiga hari berturut-turut?
Idealnya, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Tetapi, jika mendapati kondisi tidak memungkinkan (udzur), maka diperbolehkan untuk menggantikannya di hari lain dalam bulan yang sama dengan tetap menjaga niat dan keikhlasan.
Dengan niat yang tulus dan memahami keutamaannya, puasa ini dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala besar yang sama dengan puasa setahun penuh.
Selain itu, kita bisa menyempurnakan Puasa Ayyamul Bidh dengan cara sedekah, tepat sesaat atau setelah puasa dilaksanakan. Apalagi jika Sobat Wakaf memilih amalan sedekah jariyah – yang pahalanya tak akan berhenti mengalir meski kita sudah meninggal.
Tunggu apa lagi? Yuk, tunaikan sedekah terbaikmu sekarang! Klik tombol di bawah ya..

