Pada dasarnya keimanan dan ketakwaan seseorang tidak hanya dilihat dari bagaimana ia beribadah. Namun, juga dilihat dari bagaimana ia beramal untuk sesama. Semasa hidup, seluruh umat islam dianjurkan untuk terus berbuat kebaikan kepada sesama. Kebaikan yang dilakukan semata-mata untuk mendapat pahala dan menambah perasaan syukur di dalam diri seorang hamba. Pahala tersebut dapat terus mengalir bahkan sampai meninggal. Pahala tersebut didapatkan dengan melakukan amal jariyah. Amal jariyah dapat diartikan sebagai memberikan dan melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Menurut HR. Muslim ada 3 amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus yakni ilmu yang bermanfaat, doa anak soleh dan sedekah jariyah (wakaf).
Ilmu Yang Bermanfaat
(Ilmu Yang Bermanfaat | Pexels.com)
Bentuk pertama dari amal jariyah adalah ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat tidak terbatas hanya ilmu agama saja, tetapi juga ilmu pengetahuan. Orang yang memiliki banyak ilmu pengetahuan lalu menyebarkannya kepada orang lain, kemudian orang tersebut mengamalkan pengetahuan tersebut maka pahala akan didapat bagi orang yang memberi pelajaran dan mengamalkannya. Begitu juga dengan ilmu agama, jika orang tua memberi pengajaran kepada anak-anaknya tentang bagaimana membaca Al-Qur’an, bagaimana memahami Al-Qur’an, kemudian mereka mengamalkannya maka pahala akan didapatkan oleh keduanya. Ilmu tidak akan hilang dan akan terus diamalkan sampai kapanpun, maka dari itu ilmu yang bermanfaat merupakan amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Maka dari itu jangan segan untuk berbagi ilmu yang bermanfaat untuk sesama.
