Memasuki bulan baru dalam kalender Hijriah membuat kita bertanya-tanya, kapan Rabiul Akhir 2026 akan berlangsung?
Rabiul Akhir atau Rabi’uts Tsani merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah, ia berada setelah bulan Rabiul Awwal dan sebelum Jamadul Ula.Sebelum nama Rabiul Akhir digunakan seperti sekarang, bulan Rabiul Akhir ini disebut dengan bulan Wubshan atau Wabshan.
Mengingat penanggalan kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan sehingga memiliki perbedaan dengan kalender Masehi setiap tahunnya, lalu kira-kira kapan Rabiul Akhir 2026 berlangsung? Yuk simak!
Daftar Isi
Kapan Rabiul Akhir 2026
Pada dokumen yang dirilis oleh Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama bulan September ini kita berada dalam dua periode bulan Hijriah, yakni Rabiul Awwal dan Rabiul Akhir. Mengacu pada dokumen tersebut, tanggal 1 Rabiul Akhir akan jatuh pada Hari Minggu, tanggal 13 September 2026.
Dengan mengetahui kapan Rabiul Akhir 2026 berlangsung dapat membantu kita mempersiapkan diri menyambut bulan baru.
Makna Nama Rabiul Akhir
Nama Rabiul Akhir disebut sudah ada sebelum datangnya Islam. Sebuah riwayat menyebutkan bahwa buyut kelima dari Nabi Muhammad SAW, yakni Kilab bin Murrah, sebagai tokoh yang pertama kali memberi nama bulan Rabiul Akhir. Setelah Islam datang, nama tersebut tetap digunakan dan kemudian menjadi bagian dari kalender Islam.
Penamaan Rabiul Akhir tidak terlepas dari peristiwa alam yang terjadi di wilayah Arab pada masa itu. Kata Rabi sendiri dalam bahasa Arab berarti musim semi. Pada musim itu tanaman tubuh subur, rerumputan pun berubah hijau, dan pepohonan juga turut berbuah.
Pada masa itu, umumnya musim semi tersebut berlangsung dalam dua bulan, karena hal ini dikenal lah sebutan Rabiul Awwal dan Rabiul Akhir.
Menurut Abu al-Ghauts, istilah rabi‘ tidak hanya digunakan sebagai nama bulan, tetapi juga merujuk pada salah satu dari enam musim dalam tradisi Arab. Keenam musim tersebut meliputi ar-Rabi‘ al-Awwal (musim semi pertama), Shaif (musim panas), Qaizh (puncak musim panas), ar-Rabi‘ ats-Tsani (musim semi kedua), Kharif (musim gugur), dan Syitha (musim dingin).
Baca Juga: Perintah Sholawat Nabi Ternyata Ada di Al Qur’an!
Peristiwa Penting pada Rabiul Akhir
Meskipun pada Rabiul Akhir tidak ada peristiwa besar yang tanggalnya disepakati secara kuat oleh ulama atau sejarawan, tapi ada beberapa peristiwa penting yang bisa dipelajari berkaitan dengan bulan Rabiul Akhir.
Turunnya Surat Al-Hasyr
Al-Hasyr memiliki arti pengusiran, turunnya Surat Al-Hasyr berkaitan dengan peristiwa pengusiran Yahudi Bani Nadhir di Madinah. Mereka merupakan kaum Yahudi yang pertama dikumpulkan dan diusir dari Madinah.
Peristiwa ini terjadi setelah Bani Nadhir melanggar perjanjian perdamaina yang menyebabkan terjadi ketegangan dan perselisihan antara kaum Muslimin dan Bani Nadir, hal ini diperburuk dengan adanya upaya pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa ini tercatat terjadi pada bulan Rabiul Akhir tahun ke-4 Hijriah. Dalam ayat Surat Al-Hasyr menjelaskan peristiwa tersebut.
“Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Dan jika tidak karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, benar-benar Allah mengazab mereka di dunia. Dan bagi mereka di akhirat azab neraka”, (QS. Al-Hasyr: 2-3)
Perang pada Rabiul Akhir
Menurut sejarawan Ibnu Ishaq tercatat terdapat beberapa perang dalam Islam yang terjadi pada Rabiul Akhir. Pertama ada Perang Dzat ar-Riqa, perang ini terjadi setelah peristiwa pengusiran kaum Bani Nadhir. Lalu pada tahun ke-6 Hijriah, terjadi perang al-Ghabah yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Di tahun yang sama juga terjadi perang al-Ghamr, perang ini sendiri dipimpin oleh ‘Ukasyah bin Mihshan. Dan yang terakhir ada pengiriman pasukan untuk ekspedisi ke Dzul Qashshah dan pimpin oleh Muhammad bin Maslamah.
Pengutusan Khalid bin Walid
Persitiwa penting selanjutnya yang tercatat terjadi pada Rabiul Akhir adalah pengutusan Khalid bin Walid oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau mengutus Khalid bin Walid kepada Bani Harits bin Ka’b. Peristiwa ini disebutkan terjadi pada Rabiul Akhir tahun ke-10 Hijriah.
Khalid menyampaikan dakwah dengan penuh kesabaran serta memberikan keteladanan yang baik kepada masyarakat Bani Harits. Pendekatan tersebut pada akhirnya mendorong banyak di antara mereka untuk menerima dan memeluk Islam.
Amalan Khusus di Rabiul Akhir
Tidak seperti pada bulan Ramadhan yang memiliki ibadah khusus seperti puasa selama sebulan penuh, tidak ada ibadah atau ritual keagamaan khusus yang ditetapkan pada bulan Rabiul Akhir. Meskipun begitu umat Islam tetap dianjurkan untuk mengamalkan kebaikan, baik dalam bentuk ritual keagamaan ataupun yang bersifat sosial. Adapun beberapa ibadah yang bisa kita lakukan pada bulan Rabiul Akhir seperti berikut.
Shalat Sunnah
Selain shalat wajib 5 waktu, Islam juga menganjurkan untuk kita melakukan shalat sunnah untuk menyempurnakan ibadah kita. Shalat sunnah dilakukan dengan sukarela untuk mendapat pahala tambahan dari Allah SWT. Ada beberapa jenis Shalat Sunnah yang bisa kita lakukan selama bulan Rabiul Akhir, diantaranya ada Shalat Rawatib, Shalat Dhuha, Shalat Tahajjud, Shalat Witir, dan Shalat Sunnah lainnya.
Puasa Sunnah
Ibadah lain yang dapat dilakukan untuk memperbanyak pahala di bulan Rabiul Akhir adalah dengan melaksanakan ibadah Puasa Sunnah. Selain mendapatkan pahala dan mendekatkan diri pada Allah SWT, dengan berpuasa juga dapat membantu kita untuk membersihkan jiwa, mengendalikan diri dan disiplin dalam beribadah. Dengan rutin melaksanakan Puasa Sunnah juga baik bagi tubuh kita agar terhindar dari makan makanan yang berlebihan.
Baca Juga: Apa Itu El Nino? Kenali Dampak dan Penanggulangannya!
Memperbanyak Dzikir
Berdzikir dan beristighfar merupakan upaya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan menyebut nama Allah dan meminta ampunan kepada-Nya sebagai bentuk kesadaran atas dosa-dosa yang kita perbuat sehari-hari. Bahkan Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai seorang muslim yang taat pun, tak pernah berhenti memanjatkan dzikir dan istighfar dalam kesehariannya.
Membaca Al-quran
Sebagai seorang muslim yang berpedoman pada Al-quran sudah sepantasnya kita tidak berhenti membaca dan belajar Al-quran. Dengan memahami Al-quran kita dapat mendekatkan diri pada Allah SWT dan belajar menjadi muslim yang lebih baik lagi setiap harinya.
Bersedekah
Amalan bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam, selain baik untuk diri kita sendiri dengan bersedekah juga kita bisa membantu sesama. Sedekah juga memiliki banyak keutamaan seperti membersihkan harta, mendatangkan keberkahan, dan mempererat silaturahmi antar muslim.
Bersedekah juga dapat mendatangkan pahala besar, asalkan dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Selain itu juga dengan bersedekah dapat menjadi bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Setelah mengetahui kapan Rabiul Akhir 2026 akan berlangsung sudah saatnya kita memulai ibadah apa saja yang bisa kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan Rabiul Akhir 2026.
Yuk, klik tombol di bawah!

