Baru-baru ini warga dunia dihebohkan dengan akan adanya fenomena Gerhana Matahari Total yang digadang menjadi gerhana matahari total terlama sepanjang sejarah. Gerhana matahari total ini disebutkan akan berlangsung pada tanggal 12 Agustus 2026 mendatang.
Gerhana Matahari Total sendiri bukanlah fenomena alam yang bisa kita lihat setiap hari. Jika dilihat secara global, Gerhana Matahari Total biasanya terjadi setiap 18 bulan sekali. Selain itu, tidak semua bagian di Bumi bisa melihat terjadinya Gerhana Matahari. Saat terjadinya Gerhana Matahari, hanya sebagian kecil wilayah di Bumi yang dilewati bayangan inti Bulan yang bisa melihat langsung fenomena Gerhana Matahari.
Peristiwa astronomi ini juga sudah terjadi jauh sebelum Islam masuk dalam peradaban manusia. Dulu, fenomena gerhana banyak dikaitkan dengan mitos dan pertanda malapetaka.
Lalu bagaimana Islam memandang fenomena ini? Dan bagaimana cara kita sebagai umat Islam menyikapi Gerhana Matahari Total ini?
Daftar Isi
Apa itu Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total merupakan sebuah fenomena alam di mana Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dalam satu garis lurus. Akibatnya, piringan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan sehingga langit berubah menjadi gelap untuk beberapa menit.
Menurut Sains NASA, secara umum terdapat 4 jenis Gerhana Matahari, diantaranya adalah Gerhana Matahari Total, Gerhana Matahari Sebagian (Parsial), Gerhana Matahari Cincin, dan Gerhana Matahari Hibrida.
Baca Juga: Inilah Tanda Taubat Diterima Allah
Fenomena Gerhana Matahari dalam Sejarah Islam
Saat masa pra-Islam, masyarakat Arab sering menyangkutpautkan fenomena gerhana dengan kesedihan langit atas wafatnya seorang tokoh. Kemudian Islam datang dengan pendekatan yang berbeda, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian atau kelahiran seseorang, melainkan kebesaran Allah SWT.
Seperti firman Allah SWT dalam QS Fushshilat ayat 37
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kamu sujud kepada matahari dan jangan pula kepada bulan, tetapi sujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Fushshilat [41]: 37).
Ketika Ibrahim, putra Nabi Muhammad SAW dan Mariyah al-Qibthiyyah meninggal dunia, terjadi Gerhana Matahari di waktu yang bersamaan. Saat itu sebagian orang mengaitkan fenomena Gerhana Matahari dengan kematiannya.
Karena kejadian ini turunlah Hadist Sahih yang menyebutkan
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah, dan bersedekahlah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Nabi Muhammad SAW segera meluruskan bahwa gerhana tidak ada sangkut pautnya dengan manusia, bahkan putra beliau sendiri.
Amalan Saat Terjadi Gerhana
Nabi Muhammad SAW mengajarkan pada umat Islam untuk mengingat Allah SWT dengan berdoa, bertakbir, salat, dan bersedekah saat melihat fenomena gerhana. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan umat Islam sebagai tanda peningat kepada Allah SWT.
Salat Sunnah Gerhana
Salat sunnah gerhana atau yang sering disebut Salat Khusuf (Gerhana Bulan) dan Salat Kusuf (Gerhana Matahari) lebih diutamakan jika dilakukan secara berjamaah. Salat ini dimulai ketika gerhana dimulai hingga gerhana tersebut menghilang.
Khotbah setelah Salat Sunnah Gerhana
Setelah melakukan Salat Sunnah Gerhana, dianjurkan juga untuk melaksanakan Khotbah. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mengingat kebesaran Allah SWT.
Berdoa
Selain Salat Sunnah, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umat Islam untuk berdoa saat terjadi gerhana. Mengutip dari Syekh Muhammad Ali al-Qari, anjuran untuk memperbanyak doa saat terjadi gerhana didasarkan pada keadaan batin manusia ketika menyaksikan peristiwa alam yang luar biasa tersebut. Fenomena gerhana membuat hati lebih mudah melepaskan keterikatan pada urusan dunia dan mengarahkan perhatian sepenuhnya kepada Allah.
Berdzikir
Dengan berdzikir dan banyak mengucap Takbir, kita terus memanjatkan pujian atas keagungan dan kebesaran Allah SWT. menurut Syekh Muhammad Ali al-Qari juga dengan banyak mengucap takbir dapat memadamkan murka Allah SWT.
Bertaubat
Melihat fenomena gerhana juga mengingatkan kita dengan kebesaran Allah SWT, dan seberapa kecil kita sebagai manusia di hadapan Allah SWT. Semua yang kita lakukan di dunia hanyalah untuk menuntun kita kepada ridho Allah SWT.
Maka dari itu sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak Istighfar, bertaubat dan meminta ampunan Allah SWT saat gerhana berlangsung.
Bersedekah
Selain amalan-amalan yang sudah disebutkan, kita juga dianjurkan melakukan sedekah sebagai wujud rasa syukur kita kepada nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita. Sedekah bisa dalam bentuk apa saja seperti, bantuan berbentuk uang, makanan, ataupun bantuan lainnya yang bermanfaat bagi sesama makhluk hidup di muka Bumi ini.
Baca Juga: Apakah Safar Bulan Sial?
Gerhana Matahari Total di Indonesia
Sayang sekali Gerhana Matahari Total yang akan terjadi di tanggal 12 Agustus 2026 tidak bisa dilihat dari Indonesia, karena Gerhana Matahari Total ini hanya akan melintasi Belahan Utara Bumi. Adapun negara-negara yang berada di wilayah totalitas meliputi Greenland, Islandia, Greenland, Islandia, Russia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, serta sebagian kecil wilayah di Portugal.
Meskipun begitu, masyarakat Indonesia masih bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total ini melalui siaran langsung yang akan ditayangkan oleh NASA.
Selain menyaksikan siaran langsung Gerhana Matahari Total, kita sebagai umat Islam yang berada di Indonesia juga masih bisa melaksanakan amalan-amalan yang dianjurkan ketika terjadinya gerhana, salah satunya dengan bersedekah melalui wakaf.
Yuk, klik tombol di bawah!


