Beranda

Program

Kabar Wakaf

Akun

Wakaf Salman

Inilah Doa Qadha Puasa Agar Berkah

Bagaimana sih lafal doa qadha puasa agar diterima? Sobat Wakaf, menjalankan ibadah puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang sudah baligh dan mampu. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau haid bagi perempuan, puasa boleh ditinggalkan dan wajib diganti di hari lain. 

Penggantian puasa inilah yang disebut dengan qadha puasa, dan membaca doa qadha puasa sebelum menjalankannya adalah bagian yang tidak boleh diabaikan. Niat yang tulus dan doa yang benar menjadi kunci agar ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Banyak orang mungkin sudah tahu cara mengganti puasa, tetapi masih bingung soal bacaan niat yang tepat beserta tata caranya. Jangan khawatir, karena di sini kita akan pelajari dan memahami semuanya dengan jelas dan mudah. Mulai dari lafaz niat, waktu pelaksanaan, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan saat menjalankan qadha puasa, semuanya akan dibahas secara lengkap di sini. Yuk, simak penjelasannya sampai selesai!

Apa Itu Qadha Puasa?

Qadha puasa adalah kewajiban mengganti puasa Ramadan yang ditinggalkan karena alasan yang dibenarkan oleh syariat Islam. Alasan-alasan tersebut antara lain sakit, dalam perjalanan jauh (musafir), haid, nifas, atau kondisi darurat lainnya. Kewajiban mengganti puasa ini harus diselesaikan sebelum datangnya bulan Ramadan berikutnya. Jika ditunda hingga Ramadan berikutnya tiba tanpa alasan yang kuat, maka ada kewajiban tambahan berupa membayar fidyah.

Secara teknis, qadha puasa dilakukan sama seperti puasa biasa, yakni menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Yang membedakannya hanya pada niat yang diucapkan, di mana harus disebut secara spesifik bahwa puasa ini adalah pengganti puasa Ramadan. Sobat Wakaf perlu memahami hal ini agar ibadah yang dijalankan benar-benar sah dan bernilai di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga: Puasa Qadha Hari Apa yang Baik Dilakukan?

Bacaan Doa Qadha Puasa yang Benar

Niat Qadha Puasa dalam Bahasa Arab

Membaca niat sebelum menjalankan ibadah adalah bagian penting dalam syariat Islam, termasuk saat menjalankan qadha puasa. Berikut ini adalah lafaz niat qadha puasa dalam bahasa Arab yang bisa Sobat Wakaf hafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’i fardhi Ramadhana lillahi ta’aalaa.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.

Niat ini dibaca pada malam hari sebelum fajar tiba, sama seperti niat puasa Ramadan pada umumnya. Namun menurut sebagian ulama, niat qadha puasa juga masih boleh dibaca hingga sebelum terbit fajar jika seseorang lupa membacanya pada malam hari.

Niat dan doa qadha puasa boleh diucapkan hanya dalam hati saja. Hal ini juga membantu kita untuk lebih fokus dan sadar bahwa ibadah yang akan dijalankan adalah sebuah kewajiban yang harus ditunaikan dengan sepenuh hati. Jangan remehkan soal niat, karena dari sinilah nilai sebuah amalan ditentukan.

Niat Qadha Puasa Karena Haid atau Nifas

Bagi Sobat Wakaf perempuan yang meninggalkan puasa karena haid atau nifas, niat yang dibaca pada dasarnya sama dengan niat qadha puasa secara umum. Tidak ada perbedaan lafaz yang signifikan, karena yang penting adalah kesadaran dalam hati bahwa puasa yang dilakukan merupakan pengganti kewajiban yang telah ditinggalkan. Sebagian ulama menyarankan agar dalam hati juga dinyatakan bahwa qadha dilakukan karena haid atau nifas, meskipun tidak diucapkan secara lisan.

Yang terpenting adalah memastikan bahwa niat sudah diperbarui setiap hari sebelum menjalankan puasa, karena satu niat tidak bisa mencakup beberapa hari sekaligus. Jadi, jika Sobat Wakaf memiliki utang puasa sebanyak tujuh hari misalnya, maka niat harus dibaca sebanyak tujuh kali di masing-masing malam sebelum puasa dilaksanakan. Konsistensi dalam berniat mencerminkan kesungguhan kita dalam menjalankan kewajiban agama.

Waktu yang Tepat untuk Menjalankan Qadha Puasa

Tidak ada ketentuan khusus mengenai hari tertentu untuk melaksanakan qadha puasa, kecuali hari-hari yang memang dilarang untuk berpuasa. Hari-hari yang terlarang untuk berpuasa antara lain adalah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), dan tiga hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah). Selain hari-hari tersebut, Sobat Wakaf bebas memilih kapan saja untuk menjalankan puasa pengganti ini.

Banyak ulama menganjurkan agar qadha puasa segera dilaksanakan setelah bulan Ramadan berakhir, tanpa menunda-nunda hingga mendekati Ramadan berikutnya. Alasannya sederhana, semakin cepat kewajiban ditunaikan, semakin tenang hati kita dan semakin ringan beban yang ditanggung. Selain itu, menunda pelunasan utang puasa tanpa alasan yang jelas juga bisa dianggap sebagai bentuk kelalaian dalam menunaikan ibadah wajib.

Baca Juga: 5 Syarat Puasa Qadha Agar Sah

Sobat Wakaf, memahami bacaan niat dan tata cara qadha puasa adalah langkah awal yang penting agar ibadah kita benar-benar diterima dan bernilai di sisi Allah subhanahu wa ta ala. Jangan biarkan utang puasa menumpuk terlalu lama, segera tunaikan dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Ingatlah bahwa setiap ibadah yang kita lakukan dengan niat yang benar dan ikhlas adalah investasi terbaik untuk kehidupan akhirat kita kelak.

Jangan lupa untuk selalu menyempurnakan ibadah dengan amal-amal kebaikan lainnya, seperti wakaf, bersedekah, membaca Al Quran, dan berbagi manfaat kepada sesama. Dengan begitu, setiap hari yang kita jalani akan selalu diwarnai dengan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Yuk, klik tombol di bawah!

    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Copyright © 2026 Wakaf Salman. All Rights Reserved.