Beranda

Program

Kabar Wakaf

Akun

Wakaf Salman

Bisakah Jalanin Misi GTA VI Tanpa Melanggar Hukum Islam?

GTA VI dijadwalkan rilis secara resmi pada 19 November mendatang. Antusiasme pun kembali muncul, baik dari para gamer ataupun orang-orang yang sudah lama tidak bermain game tapi sekedar ingin bernostalgia saja dengan bagian masa kecil mereka.

Jika kita putar balik waktu, masih ingat rasanya ingin segera pulang sekolah ke rumah dan buru-buru menyalakan PlayStation? Satu-satunya tujuan sore itu adalah kembali ke Vice City.

Bertahun-tahun kemudian, nostalgia ini akan kembali ketika Vice City hadir lagi melalui GTA VI. Bagi banyak orang, GTA bukan hanya sekedar game saja tetapi bagian dari kenangan masa kecil dan remaja yang sulit dilupakan. 

Namun dewasa ini justru muncul pertanyaan, “jika kita seorang muslim, boleh gak sih menikmati permainan yang di dalamnya ada pencurian, kekerasan, narkoba, hingga berbagai tindakan kriminal lainnya?”

Jika kalian memiliki pertanyaan yang sama yuk simak hal-hal di bawah ini!

GTA VI dan Dunia Kriminalitas

Kali ini kita akan kembali ke Vice City, kota fiksi yang telah menemani banyak pemain menghabiskan waktu di depan Playstation. Masih bergulat dengan masalah-masalah kriminal dalam kehidupan karakter Jason dan Lucia, kali ini Vice City akan dihadirkan dalam dunia yang lebih luas.

Sebagai pemain, kita bukan hanya menyaksikan ceritanya saja. Tapi kita akan memainkan sebuah karakter, ikut menjalankan misi yang diberikan, dan menjadi bagian dari dunia tersebut.

Dari titik inilah pasti muncul beribu pertanyaan jika tindakan kriminalitas hanya terjadi di dalam dunia virtual, seperti apa Islam memandang hal tersebut? Lalu apakah karena semuanya hanya permainan, maka tidak ada lagi batasan?

Baca Juga: Kontrak Paruh Waktu di Kantor, Bagaimana Hukumnya?

Fiksi vs Kehidupan Nyata

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa GTA VI memang permainan yang sengaja dibangun dengan kriminalitas sebagai bagian dari cerita. Di sinilah kita perlu membedakan antara perbuatan nyata dan tindakan dalam sebuah permainan fiksi. Jika karakter dalam permainan melakukan tindakan kriminal, pemain tidak otomatis menjadi pelaku kriminal di dunia nyata.

Namun sebenarnya persoalan tidak sampai situ saja, bukan hanya sekedar ‘kan cuma game’, meskipun dunia permainan hanyalah dunia fiksi tetapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan seluruh batasan.

Misalnya, ada seseorang yang bermain game karena memang tertarik dengan jalan cerita dan cara mengeksplorasinya. Namun sebenarnya ia tidak menyukai bagian kriminalitas yang dilakukan karakternya dan tidak menjadikannya teladan. Ini tentu saja berbeda dengan orang yang bermain permainan serupa tapi justru sengaja mencari bagian yang memperlihatkan adegan kekerasan, seksual, atau tindakan maksiat lainnya dalam game karena menikmati unsur tersebut.

Perbedaan yang nampak dari contoh kasus tersebut ada pada konteks, tujuan, dan cara seseorang menikmati hiburan tersebut. Dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 36, Allah pernah menjelaskan prinsip Islam tentang menjaga diri:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 36) 

Meskipun ayat ini memang tidak secara khusus berbicara tentang video game karena memang di masa itupun belum ada video game tetapi rasanya masih relevan untuk mengingatkan bahwa apa yang kita lihat, dengar, dan masukkan ke dalam diri kita akan memberikan pengaruh terhadap diri kita sendiri.

Lantas, Bolehkah Muslim Bermain GTA VI?

Dengan melihat berbagai unsur yang ada di dalam GTA VI, sebenarnya permasalahannya bukan hanya cukup dengan jawaban ‘boleh’ atau ‘tidak boleh’. Dalam Islam sendiri tidak ada larangan untuk umatnya bersenang-senang atau menikmati hiburan, namun memang ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan.

Ada sebuah kisah tentang Nabi Muhammad SAW yang membiarkan Aisyah melihat sebuah pertunjukan tombak yang dilakukan oleh orang-orang Habasyah di masjid. Bahkan Rasulullah SAW berdiri untuk melindungi Aisyah agar dapat menonton pertunjukan tersebut dengan aman dan nyaman. 

Dari cerita ini kita bisa melihat bahwa Islam tidak selalu melarang aktivitas hiburan dan menikmati hiburan pada dasarnya bukan sesuatu yang otomatis haram. Namun kemudian perlu diperhatikan apa yang dimainkan, bagaimana cara menikmatinya, dan apakah permainan tersebut membuat seseorang meninggalkan kewajibannya.

Sejumlah ulama kontemporer memberikan perhatian khusus terhadap game seperti GTA karena kandungan kriminalitas dan konten dewasanya. Darul Iftaa Chicago menyarankan untuk menghindarinya, sementara sumber fikih lain membahas game secara lebih umum dengan melihat isi dan dampaknya terhadap pemain. 

Artinya, kalau tetap ingin bermain, pertanyaannya bukan berhenti pada label halal atau haram, tetapi bagaimana kita menjaga diri selama menikmatinya. 

Tetap mau Main, Apa Batasannya?

Setelah membaca pembahasan tadi dan kita masih ingin memainkan GTA VI, justru yang penting diingat adalah memahami batasannya. Karena Islam pun tidak pernah melarang menikmati hiburan, tetapi perlu ditempatkan agar tidak mengganggu kewajiban dan tidak membawa kita pada hal yang dilarang.

Lalu bagaimana batasan-batasannya, yuk simak!

Jangan sampai meninggalkan salat

Batasan paling utama dan paling penting diingat adalah jika waktu salat tiba, seseru apapun misi yang dijalankan harus dihentikan. Jangan sampai “tanggung, sedikit lagi selesai” “satu misi lagi…” berubah menjadi penundaan berulang.

Hindari konten yang dilarang

GTA VI masih akan memiliki berbagai konten dewasa dan kriminalitas. Jangan sengaja mencari adegan-adegan tersebut untuk sekedar dinikmati. Jika memungkinkan hindari bagian tersebut dan memilih misi yang tidak terlalu banyak mempertontonkan unsur tersebut.

Jangan sampai game menguasai waktu

Tetap mengawasi waktu bermain, jangan sampai sebagian besar waktu kita habis hanya untuk bermain dan melupakan kehidupan nyata. Jangan sampai kehilangan momen bersama keluarga, meninggalkan tanggungjawab, atau melewatkan kesempatan untuk melakukan kebaikan

Perhatikan dampak pada diri sendiri

Setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap sebuah permainan. Jika setelah bermain kita jadi lebih mudah marah, berkata kasar, sulit mengendalikan diri, atau justru semakin tertarik pada konten yang tidak baik, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali kebiasaan tersebut.

Baca Juga: Tips Menghemat di Kala Tarif Listrik Naik

Pada akhirnya, keputusan seseorang dalam memilih hiburan perlu disertai kesadaran dan kehati-hatian. Bermain GTA VI hanyalah salah satu dari bentuk hiburan, yang terpenting adalah bagaimana kita mengendalikannya agar tidak melalaikan ibadah, tanggung jawab, maupun batasan yang telah diajarkan dalam Islam. 

Sebab ketika konsol dimatikan, semua misi di dalam game akan berakhir. Namun, waktu yang kita habiskan dan amal yang kita lakukan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan kita menuju akhirat.

Suka dengan konten ini? Yuk, klik tombol di bawah buat support kami!

    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Copyright © 2026 Wakaf Salman. All Rights Reserved.