Di tengah indahnya Pulau Rinca, rumah bagi satwa langka komodo dan destinasi wisata dunia, ada satu kenyataan yang memilukan. Masyarakat Desa Pasir Panjang, yang hidup berdampingan dengan alam dan komodo, masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Hingga kini, 1.644 penduduk desa hanya bergantung pada dua sumur gali dangkal. Itu pun harus ditempuh 1–2 km jauhnya, menunggu berjam-jam agar air terkumpul kembali, bahkan seringkali dengan risiko bertemu komodo yang melintas. Lebih menyedihkan, air sumur di Pulau Rinca terlalu berkapur dan tidak layak minum. Untuk kebutuhan minum, mereka harus membeli air galon dari Labuan Bajo, menempuh jarak 39 km lewat laut—biaya yang tidak semua keluarga mampu penuhi.
Bayangkan, Sobat Wakaf, para ibu harus membawa pulang jerigen air hanya untuk memenuhi 1 gayung air bersih saat membilas tubuh setelah mandi air asin. Padahal setiap keluarga membutuhkan setidaknya 60 liter air per hari, namun mereka hanya bisa memenuhi 10–20 liter saja.
Mari Mengalirkan Kehidupan ke Pulau Rinca
Dengan berwakaf air, Sobat Wakaf tidak hanya memberikan setetes kehidupan, tapi juga mengalirkan berkah jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa henti.
Wakaf Air, Wakaf Kehidupan.
Yuk, salurkan wakaf terbaikmu untuk masyarakat Pulau Rinca!