Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Bukan hanya rumah yang rusak, tetapi juga masjid—pusat ibadah, perlindungan, dan kebersamaan—serta jembatan desa yang menjadi urat nadi kehidupan warga.
Dalam situasi darurat, masjid tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Banyak warga menjadikannya titik evakuasi, pos pengungsian, dan pusat distribusi bantuan. Namun ironisnya, banyak masjid justru ikut terdampak bencana dan mengalami kerusakan berat dan jembatan penghubung antar-desa putus atau rusak, membuat warga terisolasi. Akses menuju sekolah, layanan kesehatan, distribusi pangan, hingga aktivitas ekonomi menjadi sangat terbatas. Tanpa jembatan, proses pemulihan nyaris terhenti.
Program yang Sedang Berjalan Saat ini :
1. Pembangunan Masjid Terdampak Bencana : Masjid Nurul huda
Bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera beberapa bulan lalu masih menyisakan luka. Ratusan rumah dan masjid terendam lumpur, bahkan beberapa hingga saat ini masih tidak bisa digunakan kembali, termasuk salah satu masjid di Kab. Langkat, Sumatra Utara, bernama Masjid Nurul Huda Salman.
Kondisi ini membuat warga harus menyebrang ke masjid lain untuk beribadah yang lokasinya sangat jauh dari pemukiman. Nahasnya, sebelum bencana melanda pada November 2025 lalu, masjid ini juga menjadi langganan banjir tahunan karena lokasinya yang terletak di dekat sungai.
Kini, warga berharap Masjid Nurul Huda Salman bisa direlokasi ke tempat yang bebas banjir agar mereka bisa melaksanakan kegiatan ibadahnya dengan tenang dan aman.
Saat ini warga sudah memiliki lahan wakaf yang terletak di wilayah yang bebas banjir, sehingga pembangunan masjid bisa dilakukan di lokasi tanah tersebut. Namun, kita masih membutuhkan bantuan Sobat Wakaf semua untuk pelaksanaan pembangunan masjidnya.
Insya Allah kelak dari setiap sujud akan mengalir ribuan pahala jariyah untuk Bapak/Ibu sekalian yang turut peduli terhadap masjid ini.
Mari ambil bagian dalam ikhtiar pemulihan Sumatera melalui Wakaf Sarana Prasarana Pascabencana.
Kuatkan kembali masjid sebagai fondasi peradaban umat, dan bangun jembatan sebagai penghubung harapan antar-desa.
Raih pahala jariyah yang terus mengalir, dan salurkan wakaf/infaq terbaikmu hari ini—karena dari masjid dan jembatan, kehidupan kembali dimulai.



