Sobat Wakaf, bisa kita bayangkan jika setiap kali hendak mencuci, memasak, hingga berwudhu, kita harus lebih dulu membeli air di lokasi yang amat jauh dari kediaman. Bukan sekali, tetapi berulang kali setiap hari.
Itulah kenyataan yang dialami masyarakat Lingkungan Rate, Kelurahan Tanjung, Ende Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hampir 5.000 jiwa hidup di tengah krisis air bersih. Sebagian besar sumur yang mereka gali hanya menghasilkan air asin atau payau yang tidak layak konsumsi. Sementara pasokan PDAM belum mampu menjangkau kebutuhan seluruh warga.
Yang lebih menyayat hati, kondisi ini juga dirasakan oleh Masjid Al-Jihad Rate, yang terletak sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial masyarakat. Ketersediaan air yang terbatas membuat jamaah kesulitan dalam beraktivitas.

Foto : Kondisi sumber air masjid mulai mengering

Foto : Warga membeli air untuk kebutuhan sehari-hari
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Bersama Wakaf Salman dan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mari bangun sumur air bersih untuk warga NTT melalui pemetaan geologi, analisis citra satelit, dan survei geolistrik!
Sebab setiap tetes air akan mengubah banyak kehidupan bagi warga Ende Selatan, NTT.
Yuk, Wakaf Sumur Air Bersih sekarang!



