Sobat Wakaf, Salah satu yang menjadi keutamaan di Bulan Suci ini adalah sholat tarawih yang diikuti dengan witir setelah tarawih. Sebagai penyempurna sholat malam, sholat witir memiliki tata cara dan keutamaan tersendiri yang penting untuk dipahami.
Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengulas secara lengkap tentang sholat witir setelah tarawih 11 rakaat, mulai dari pengertian, keutamaan, hingga tata cara pelaksanaannya yang benar. Dengan memahami panduan ini, diharapkan Sobat Wakaf dapat melaksanakan ibadah sholat tarawih dan witir dengan lebih khusyuk serta mendapatkan keberkahan yang berlimpah di bulan Ramadan.
Yuk, simak artikelnya sampai habis!
Daftar Isi
Apa Itu Sholat Witir
sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari dengan jumlah rakaat ganjil. Kata “witir” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti ganjil. sholat ini disebut witir karena jumlah rakaatnya selalu ganjil, bisa 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat.
sholat witir merupakan sholat sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang biasanya dikerjakan setelah sholat isya atau setelah sholat tarawih di bulan Ramadan. sholat ini menjadi penutup bagi seluruh sholat malam, sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya: “Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan witir”.
Dalam pelaksanaannya, sholat witir dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan satu salam ataupun beberapa salam tergantung pada jumlah rakaat yang dikerjakan. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi kita sebagai umat Muslim untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
sholat witir juga memiliki keistimewaan tersendiri karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya, baik ketika beliau berada di rumah maupun dalam perjalanan. Ini menunjukkan betapa pentingnya sholat witir dalam ibadah seorang Muslim.
Keutamaan sholat Witir
sholat witir memiliki keutamaan yang sangat besar dalam ajaran Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat menekankan pentingnya sholat witir ini kepada para sahabatnya. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai yang witir.”
Melaksanakan sholat witir secara konsisten dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan ditinggikannya derajat seseorang di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Ibadah ini juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, terutama di waktu malam yang penuh dengan keheningan dan kekhusyukan.
Baca Juga: 5 Amalan Setelah Sholat Subuh yang Dianjurkan
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda bahwa siapa yang takut tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melaksanakan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia melaksanakan witir di akhir malam karena sholat di akhir malam disaksikan oleh para malaikat dan hal itu lebih utama.
Selain itu, sholat witir juga menjadi penyempurna sholat malam, termasuk sholat tarawih di bulan Ramadan. Dengan melaksanakan sholat witir, ibadah malam seseorang menjadi lengkap dan sempurna di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.
Tata Cara Sholat Witir Setelah Tarawih 11 Rakaat
Melaksanakan tata cara witir dengan benar menjadi hal yang penting untuk mendapatkan manfaat dan pahala yang sempurna. Berikut penjelasan lengkap mengenai tata cara witir setelah melaksanakan shalat tarawih.
Jumlah Rakaat sholat Witir
Pada umumnya, jumlah rakaat sholat witir setelah tarawih adalah 3 rakaat, meskipun ada juga yang melaksanakannya dengan 1 rakaat saja. Keduanya diperbolehkan dan memiliki dasar dalam sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Untuk pelaksanaan witir 3 rakaat, terdapat dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, melaksanakan 3 rakaat witir dengan dua kali salam, yaitu 2 rakaat kemudian salam, dilanjutkan dengan 1 rakaat dan salam. Cara kedua adalah melaksanakan 3 rakaat witir dengan satu kali salam, seperti sholat maghrib, namun dengan niat witir.
Jika Sobat Wakaf memilih untuk melaksanakan witir 1 rakaat saja, maka cukup melakukan satu rakaat lengkap dengan rukun-rukunnya, lalu diakhiri dengan salam. Ini biasanya dilakukan setelah melaksanakan sholat tarawih lengkap.
Perlu diingat bahwa jumlah rakaat witir ini bersifat fleksibel, disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu. Yang terpenting adalah niat dan kekhusyukan dalam melaksanakannya.
Niat sholat Witir
Seperti ibadah lainnya, niat menjadi kunci dalam pelaksanaan sholat witir. Niat ini diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram. Adapun niat untuk shalat witir adalah sebagai berikut:
Untuk witir 3 rakaat dengan satu salam: “Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin lillahi ta’aala”. Artinya: “Saya berniat shalat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”
Untuk witir 3 rakaat dengan dua salam (2 rakaat pertama): “Usholli sunnatasy syaf’i raka’ataini lillahi ta’aala”. Artinya: “Saya berniat shalat sunnah syaf’i dua rakaat karena Allah Ta’ala”.
Kemudian dilanjutkan dengan niat witir 1 rakaat: “Usholli sunnatal witri rak’atan waahidatan lillahi ta’aala”. Artinya: “Saya berniat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”.
Niat ini cukup diucapkan dalam hati dengan memahami maksud dan tujuannya, tanpa harus menghafalkan lafaznya secara persis. Yang terpenting adalah kita berniat untuk melaksanakan shalat witir dengan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala.
Bacaan dalam sholat Witir
Dalam pelaksanaan sholat witir, terdapat beberapa bacaan khusus yang disunnahkan. Pada rakaat pertama, setelah membaca Al Fatihah disunnahkan untuk membaca surah Al A’la, pada rakaat kedua membaca surah Al Kafirun, dan pada rakaat ketiga membaca surah Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.
Sobat Wakaf juga disunnahkan untuk membaca doa qunut pada rakaat terakhir sholat witir, yaitu setelah rukuk dan i’tidal. Doa qunut ini bisa dibaca dengan suara keras ataupun pelan. Berikut ini adalah bacaan doa qunut witir yang masyhur:
Allahummahdini fiman hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fiman tawallait, wa barik li fima a’thait, wa qini syarra ma qadait, fa innaka taqdi wa la yuqda ‘alaik, wa innahu la yadzillu man walait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, wa shalallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: Ya Allah, tunjukilah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjuki, dan berilah aku kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan, dan peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau pelihara, dan berilah keberkahan pada semua yang telah Engkau berikan kepadaku, dan hindarkanlah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan, karena sesungguhnya Engkaulah yang menentukan dan bukan yang ditentukan, dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau pelihara, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi, dan semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
Baca Juga: Doa Bulan Ramadan 2025 dan Amalannya
Waktu Pelaksanaan sholat Witir
Waktu pelaksanaan sholat witir dimulai setelah sholat isya hingga terbitnya fajar atau masuknya waktu subuh. Namun, di bulan Ramadhan, umumnya shalat witir dilaksanakan setelah selesai melaksanakan sholat tarawih, sebagai penutup dari rangkaian ibadah malam.
Bagi yang merasa khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, disunnahkan untuk melaksanakan witir setelah sholat isya atau setelah tarawih. Sedangkan bagi yang yakin bisa bangun di akhir malam, lebih utama melaksanakan witir di akhir malam setelah melaksanakan sholat tahajud.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan witir.” Hadits ini menunjukkan bahwa waktu yang paling utama untuk melaksanakan shalat witir adalah di akhir malam, sebagai penutup dari seluruh shalat malam.
Selain melaksanakan shalat witir, Sobat Wakaf juga bisa melengkapi amalan Ramadan dengan berbagai ibadah lainnya. Setelah selesai shalat tarawih dan witir, disunnahkan untuk melanjutkan dengan zikir, membaca Al Quran, berdoa, atau melakukan amalan-amalan lain yang bisa mendekatkan diri kepada Allah shallallahu alaihi wasallam di malam-malam Ramadan yang penuh berkah ini.
Amalan Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Itulah tadi tata cara sholat witir setelah tarawih. Tentunya ada banyak amalan lain untuk menyempurnakan sholat malam kita di Bulan Ramadan. Beberapa di antara amalan istimewa tersebut adalah sedekah jariyah, atau wakaf. Bisa kita bayangkan, berapa banyak pahala yang akan kita dapat di waktu terbaik Bulan Ramadan, dengan melaksanakan sholat malam + sedekah jariyah?
Lalu, apa saja sih bentuk sedekah jariyah atau wakaf? Sedekah jariyah atau wakaf bisa macam-macam, salah satunya adalah membangun masjid. Mengapa membangun masjid masuk ke kategori wakaf? Karena, setiap manfaat yang dirasakan oleh para jamaah kelak akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk siapapun yang berkontribusi dalam pembangunannya.
Maka dari itu, Wakaf Salman mengajak Sobat Wakaf semua untuk menyempurnakan amalan di Bulan Suci Ramadan ini dengan menunaikan Wakaf untuk pembangunan Masjid di tiga lokasi Indonesia, di antaranya: Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
Nama programnya adalah Wakaf Masjid 3 Waktu. Setiap wakaf dan infak yang Sobat salurkan melalui Wakaf Salman, akan kami distribusikan untuk kebutuhan pembangunan masjid bagi saudara-saudara kita di berbagai pelosok daerah, khususnya 3 titik lokasi tadi.
Yuk, tunaikan Wakaf dan Infak terbaikmu sekarang! Klik tombol di bawah ya..
