Beranda

Program

Kabar Wakaf

Akun

Wakaf Salman

Jam Berapa Waktu Sholat Idul Adha Berlangsung?

Tidak sedikit yang masih kebingungan soal waktu sholat Idul Adha yang tepat, harus jam berapa sebenarnya berangkat, dan sampai kapan batas waktu pelaksanaannya? Hal itu disebabkan antusiasme umat Muslim untuk segera melaksanakan sholat Ied begitu terasa di mana-mana. 

Suara takbir menggema, barisan jamaah memenuhi lapangan, dan semua orang bergegas menuju tempat pelaksanaan ibadah. Pertanyaan sederhana seperti jam berapa waktu sholat Idul Adha menjadi penting untuk diketahui agar ibadah bisa dijalankan dengan benar dan tidak terburu-buru.

Jadi, sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin, termasuk memahami rentang waktu pelaksanaan sholat Ied secara benar. Yuk, simak ketentuan waktu sholat Idul Adha di bawah ini!

Waktu Sholat Idul Adha Secara Umum

Sholat Idul Adha termasuk kategori sholat sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki kedudukan tinggi dalam syariat Islam. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit setinggi kurang lebih satu tombak atau sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari muncul di ufuk timur. Batas akhirnya adalah ketika matahari sudah bergeser ke barat menandakan masuknya waktu zuhur. Artinya, ada jendela waktu yang cukup luas, mulai dari sekitar pukul 06.00 hingga menjelang pukul 11.30 atau 12.00 siang tergantung lokasi.

Namun secara kebiasaan dan anjuran ulama, sholat Ied sebaiknya dilaksanakan lebih awal, tidak perlu menunggu terlalu dekat dengan waktu zuhur. Di Indonesia, sebagian besar masjid dan lapangan umum mulai menggelar sholat Ied pada kisaran pukul 06.30 hingga 07.30 pagi. Pemilihan jam ini mempertimbangkan agar jamaah sudah terkumpul, cuaca masih sejuk, dan seluruh rangkaian ibadah bisa berjalan dengan khusyuk.

Baca Juga: Inilah Keutamaan Doa Menjelang Idul Adha

Dasar Hukum dan Dalil Syariat

Penetapan waktu sholat Idul Adha bukan semata-mata kebiasaan turun-temurun, melainkan bersandar pada tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan dalam berbagai hadis sahih. Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam melaksanakan sholat Idul Adha lebih awal dibandingkan sholat Idul Fitri, agar umat Muslim punya waktu lebih leluasa untuk menyembelih hewan kurban setelahnya. Ini menunjukkan bahwa ada hikmah yang sangat dalam di balik penentuan jam pelaksanaan ibadah tersebut. Para ulama sepakat bahwa memulai sholat Ied lebih awal selama sudah melewati batas minimal waktu yang diperbolehkan adalah lebih utama.

Sementara itu, terkait batas akhir waktu, jumhur ulama berpendapat bahwa sholat Ied masih sah dilaksanakan selama belum masuk waktu zuhur. Jadi jika seseorang tertinggal sholat berjamaah karena suatu halangan, ia masih diperbolehkan mengerjakan sholat Ied secara sendiri atau bersama orang-orang yang juga tertinggal. Hal ini menjadi keringanan sekaligus bukti bahwa Islam selalu memberikan kemudahan bagi umatnya dalam setiap situasi.

Perbedaan Waktu di Berbagai Wilayah Indonesia

Indonesia membentang dari ujung barat Sabang hingga timur Merauke, mencakup tiga zona waktu sekaligus: WIB, WITA, dan WIT. Karena perbedaan zona waktu ini, jam pelaksanaan sholat Idul Adha pun tidak seragam di seluruh penjuru negeri. Di wilayah WIB seperti Jakarta, Jawa, dan Sumatera, sholat Ied biasanya dimulai sekitar pukul 06.30–07.00 WIB. Sementara di wilayah WITA dan WIT, waktunya menyesuaikan zona masing-masing, satu hingga dua jam lebih maju.

Sobat Wakaf sebaiknya mengecek langsung jadwal pelaksanaan sholat Ied di masjid atau lapangan terdekat, karena setiap daerah bahkan setiap masjid bisa berbeda waktu mulainya. Biasanya pengumuman sudah disebarluaskan oleh takmir masjid atau panitia Idul Adha setempat melalui toa, media sosial, hingga papan pengumuman. Jangan ragu untuk bertanya kepada pengurus masjid jika belum mendapatkan informasi yang jelas.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat Sholat Ied

Agar ibadah berjalan lancar dan terasa lebih bermakna, persiapan sejak malam sebelumnya menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari menyiapkan pakaian terbaik, memastikan tubuh sudah bersih, hingga mengetahui lokasi dan estimasi waktu perjalanan menuju tempat sholat. Persiapan yang baik bukan hanya soal fisik, tapi juga membantu kita hadir dengan hati yang lebih tenang dan siap untuk beribadah. Jika berangkat dalam kondisi terburu-buru, kekhusyukan sholat pun bisa terganggu.

Satu hal yang perlu diingat, Idul Adha memiliki sunnah yang berbeda dari Idul Fitri yaitu dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum sholat Ied. Ini berkebalikan dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan makan sebelum berangkat. Dengan mengikuti sunnah ini, ibadah kita menjadi lebih lengkap sesuai teladan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Amalan Sunnah Sebelum dan Saat Berangkat

Mandi sebelum pelaksanaan sholat Ied adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh para ulama dari berbagai mazhab. Selain membersihkan diri secara lahiriah, mandi pada hari raya juga mencerminkan penghormatan dan keseriusan kita dalam menyambut hari yang mulia ini. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dikenal selalu memperhatikan kebersihan dan kerapian diri, terutama di hari-hari besar Islam. Mengenakan pakaian terbaik, tidak harus baru, tapi bersih dan rapi juga termasuk bagian dari adab merayakan Idul Adha.

Sunnah lain yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak takbir sejak malam hari raya hingga sholat Ied selesai dilaksanakan. Bacaan Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd ini tidak hanya dikumandangkan di masjid, tapi juga di sepanjang perjalanan menuju tempat sholat. Gema takbir yang bersahut-sahutan di pagi hari Idul Adha adalah salah satu keindahan tersendiri yang membedakan suasana hari raya ini dari hari-hari biasa.

Baca Juga: Inilah Arti Qurban yang Sebenarnya

Tips Agar Tidak Terlambat

Sholat Idul Adha hanya datang satu kali dalam setahun, sehingga sangat disayangkan jika sampai tertinggal karena alasan yang sebenarnya bisa dicegah. Salah satu kiat paling efektif adalah tidur lebih awal di malam sebelumnya, lalu memasang alarm antara pukul 04.30–05.00 agar ada cukup waktu untuk mandi, berpakaian, dan sarapan ringan jika diperlukan. Usahakan juga untuk sudah tahu persis lokasi tempat sholat Ied dan kira-kira berapa lama waktu tempuhnya. Berangkat 30 menit lebih awal dari jadwal mulai sholat adalah pilihan yang bijak.

Jika memungkinkan, ajak anggota keluarga untuk berangkat bersama-sama agar perjalanan terasa lebih menyenangkan dan tidak ada yang ketinggalan. Kebersamaan dalam beribadah, mulai dari perjalanan hingga pulang, justru menjadi bagian indah dari perayaan Idul Adha itu sendiri. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kondisi tubuh di hari sebelumnya karena ibadah yang dilakukan dalam keadaan sehat dan bugar tentu jauh lebih nikmat.

Sobat Wakaf, sekarang sudah terjawab ya, waktu sholat Ied dimulai setelah matahari naik setinggi tombak dan berakhir menjelang masuknya waktu zuhur, dengan pelaksanaan terbaik di pagi hari antara pukul 06.30 hingga 07.30 di kebanyakan wilayah Indonesia. Memahami hal ini bukan hanya membantu kita hadir tepat waktu, tapi juga mengajarkan kita untuk sungguh-sungguh dalam mempersiapkan setiap ibadah. Semoga setiap langkah kaki menuju tempat sholat Ied menjadi ladang pahala yang tidak ternilai harganya.

Selain sholat Ied, Idul Adha juga identik dengan ibadah kurban sebagai wujud nyata kepedulian kita kepada sesama yang membutuhkan. Bagi Sobat Wakaf yang ingin menggenapi amalan di hari raya yang penuh berkah ini, berwakaf atau berkurban melalui lembaga terpercaya bisa menjadi pilihan yang penuh makna.

Yuk, klik tombol di bawah!

    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Copyright © 2026 Wakaf Salman. All Rights Reserved.