Wakaf Kok Rumah Sakit? Rumah Sakit Kok Wakaf?

Wakaf Kok Rumah Sakit? Rumah Sakit Kok Wakaf?

By Dr. Nurul Fathoni

16/03/2023

Sebuah terobosan yang luar biasa untuk tanah lahan wakaf.

Untuk musholla dan masjid, tentu beribu lipat manfaat bagi banyak orang, turun temurun lintas generasi, tak lekang waktu tak lekang zaman.

Tapi, ini sudah biasa.

Jadi pesantren juga tak kalah moncer, banyak santri, yang nantinya jadi ustadz, ustadzah, jadi kiayi, dan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh bangsa dan negara, berjuta manfaat mengalir dunia akherat, kebaikan yang tak terbendung.

Tapi, Ini juga sudah biasa.

Jadi tanah pemakamanpun tak kan kalah seru, tempat peristirahatan dunia terakhir, tempat bertemu mungkar nakir, membujur kaku mentulang belulang, hingga suatu saat nanti dibangkitkan.

Sungguh sebuah sarana monumental bagi seseorang, yang tanahnya dijadikan wakaf untuk tempat penantian datangnya alam kebangkitan.

Tapi, yang ini juga sudah biasa.

Karenanya banyak sudah lahan wakaf yang didedikasikan para wakif sepenuhnya untuk manfaat tak terhingga ini: masjid- musholla, pesantren dan tanah pekuburan, masih mengantri lagi para wakif menyerahkan asetnya untuk itu semua, berpindah tangan sertifikat berganti nama menjadi hak kuasa Nadhir (pengelola wakaf, bisa lembaga, bisa perseorangan).

Saking melimpahnya lahan wakaf, hingga menumpuk- numpuk, masuk dalam daftar list nadhir, setiap tahun, setiap waktu bertambah lagi- bertambah lagi, sampai nadhirpun 'hilang akal', bagaimana agar lahan wakaf bisa bermanfaat, tidak idle, tidak hanya jadi lahan tidak manfaat, lahan dead space, sebagaimana banyak tanah wakaf sampai saat ini.

Namun menjadi lahan produktif, bagaimana bisa?

Lah, katanya ada terobosan?, apa terobosannya tentang wakaf ini?, demikian kawan baikku bertanya suatu siang beberapa waktu silam.

Kau lihat sini, dekat- dekat padaku, sebentar kuperlihatkan gambar ini, gambar yang keren- keren sekali, tentang lahan wakaf yang ada di file memori HP-ku. Lahan wakaf yang dijadikan sesuatu yang spektakuler.... duoooorrrrr.

Lihat saja.
Nah... ini dia gambarnya.

Lalu kuperlihatkan gambar detail sebuah gedung banguanan, gambar DED (Detail Enggenering
Design), seluas 12.300 M2 bangunaannya, di atas lahan 16.500M2 lahan wakaf, sewakaf wakafnya. Hehehe..

Gambar apaan tuh, keren banget, katanya, sampai sedetail begitu, ada banguanan 4 lantainya, ada sisi lain bangunan 2 lantainya, saling terhubung barat ke timur, utara ke selatan.

Bahkan sudah ada bangunan masjidnya, kokoh nian dia, 700M2 lahan di dalamnya sudah menjadi masjid yang megah dua tingkat dengan pelatarannya. Keren banget, demikian temanku bilang dengan antusias.

Gambar bangunan apa itu, tanyanya penasaran: Hotel?, Mall?, atau Apartemen?, tanyanya mendesak.

Ais... sabar dahulu teman, sabar sebentar, sebentar lagi ku jawab pertanyaanmu itu.

Oke..oke, jawabnya singkat, kutunggu penjelasanmu. Katanya, mencoba bersabar.

Nah, coba lihat perhatikan gambar ini dengan seksama, gambar detail ini, gambar ini adalah bangunan sebuah Rumah Sakit yang berdiri dan beroperasi di atas tanah wakaf.

Ini akan menjadi program wakaf sensasional: Rumah Sakit keren, dioperasikan dengan managemen yang keren badai, ditulang punggungi oleh tenaga medis, dokter, dokter spesialis yang sholeh- sholehah dan moncer, berkonsep modern namun syariah, menghamparkan jenis layanan yang paripurna: hospital and hospitality, bernuansa kekinian.

Pokoknya Rumah Sakit yang mengusung 2 G: Good Corporate Governance, dan Good Clinical Governance.

Maka inilah yang disebut wakaf yang sensasional itu: menghadirkan Rumah Sakit yang didambakan umat dan masyarakat luas, wakaf modern dengan kemaslahatan yang luas, buat yang kaya, muwakif, sampai yang tak berpunya, melayani kaum berpunya, asuransi, BPJS, sampai para mustahik dan para dhuafa, berkhidmat untuk yang sedang sehat, sakit, sakaratul maut, bahkab wafat, hingga layanan jenazah fardlu kifayah.

Hadir dalam segala suasana, cuaca, iklim, hujan, badai, panas terik, kemarau dan pancaroba, pokoknya tak kenal libur, tak ada perey: 1x24jam sehari, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan, 365 hari setahun, buka dengan selalu siap sigap membantu siapa saja, sepanjang masa, selama hayat dikandung badan.

Bener bener deh ini wakaf.

Hemmmm... jadi kenapa pembangunan rumah sakitnya belum juga dimulai- mulai?, sudah enam tahun lebih, nih, lahannya masih pasrah terbentang?.

Ait... kata siapa belum siap dimulai?. Lihat saja bro sebentar lagi, maka lahan wakaf buat rumah sakit itu akan mulai berderu dan berdebu, meraung- raung namun santun, mempondasi, menulang besi- baja, mengkolom, mendinding, tingkat demi tingkat.

Tunggu sebentar lagi, ya, kita mulai hampir puasa ramdhan ini. Insya Allah.

Soal budget dan anggaran bagaimana..?

Memang masih nunggu dana sendiri terkumpul lagi sih, plus aproval hutangan (hehehe.. ngutang bank juga tentunya, atau lembaga keuangan non perbanka, karena dana wakaf dari para wakif, tentu perlu ditop up dari sumber lan, tak cukup ngandelin kumpulan dari para wakif).

Sambil nunggu para investor dunia akherat datang mendekat, masuk ke equitas- saham- modal, besar- kecil, dan para wakif menyerahkan aset produktifnya: bisa apa saja, uang, atau wakaf melalui uang, melalui konversi bangunan- kamar, ruang perawatan, ruang ICU, ruang neonatus (bayi), ruang IGD, ruang operasi, ruang poliklinik, alat- alat kesehatan, alat medis atau apa saja, pokoknya untuk wakaf produktif.

Ahaaa.. tunggu saja semua, ya, para pemirsa, sebentar lagi akan kita mulai pembangunan rumah sakit keren di atas lahan wakaf, di pusat kota Soreang, Kabupaten Bandung, namanya Rumah Sakit Salman Hospital (RSSH).

Tunggu saja, dan rasakan sensasinya.
Agh....sudah enggak sabar aku.

Mau ikutan?, ayo merapat...!!!

Literasi
Artikel

Bagikan :

Literasi
Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us