Beberapa dari kita mungkin akan bertanya-tanya bagaimana hukum tarawih di rumah. Di pembahasan kali ini, kita akan mengulas hal tersebut, mulai dari tata cara, niat, dan hukumnya.
Karena sebagaimana yang kita tahu, di Bulan Suci Ramadan ini tak afdol rasanya jika kita tidak melaksanakan sholat tarawih. Begitu pula yang dirasakan oleh seseorang yang tengah sakit dan tidak mampu pergi ke masjid, atau mereka yang masih harus bekerja di jam-jam tertentu, sehingga belum bisa pergi ke masjid.
Jadi, apa hukum tarawih di rumah? Yuk, simak tulisannya sampai habis!
Daftar Isi
Definisi Tarawih
Sholat tarawih adalah sholat khusus di malam hari pada saat bulan ramadan, dilaksanakan setelah sholat isya, dan sebelum sholat witir. sholat tarawih ini menjadi salah satu ibadah yang selalu dilakukan oleh umat Islam.
Baca Juga: Sholat Tarawih, Pengertian, dan Tata Caranya
Sholat tarawih sangat dianjurkan untuk didirikan karena Allah SWT telah menjanjikan akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang melaksanakan sholat tarawih dengan ikhlas. Umumnya, sholat tarawih dilakukan di masjid setelah isya, namun tarawih di rumah juga menjadi pilihan banyak orang, terutama saat kondisi tidak memungkinkan untuk keluar rumah.
Tarawih adalah bentuk qiyamul lail (sholat malam) yang dilakukan khusus di malam ramadan, seperti yang disampaikan Rasulullah SAW. “Barang siapa yang melaksanakan sholat malam di bulan ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bolehkah sholat Tarawih di Rumah?
Sholat tarawih memang dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, tapi mengerjakan sholat tarawih di rumah juga diperbolehkan terutama bagi mereka yang berhalangan untuk pergi sholat tarawih secara berjamaah di masjid.
Rasulullah SAW. pernah diriwayatkan menjalankan sholat tarawih di rumah sebagaimana yang disebutkan dalam hadist di bawah ini.
“Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin ra, sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam sholat di masjid, kemudian banyak orang sholat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah telah berkumpul (menunggu Rasulullah SAW), tetapi Nabi Muhammad SAW justru tidak keluar menemui mereka. Di pagi harinya, beliau bersabda, ‘Sungguh aku melihat apa yang sudah kalian lakukan tadi malam. Namun, aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali jika sholat ini diwajibkan kepada kalian.” Sayyidah ‘Aisyah berkata, ‘Hal tersebut terjadi pada Bulan ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Jadi, tidak masalah apabila tidak melakukan sholat tarawih secara berjamaah di masjid, sebab sholat tarawih tetap bisa dijalankan di rumah secara munfarid (sendirian). Yang terpenting, sholat tarawih tetap harus dilakukan dengan sungguh-sungguh walaupun hanya sendiri di rumah saja.
Baca Juga: 4 Amalan Lailatul Qadar yang Mudah untuk Dilakukan
Keutamaan Sholat Tarawih
Sholat tarawih sangat dianjurkan karena memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:
- Menghapus dosa-dosa yang telah lalu
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Menambah pahala di bulan suci ramadan
Dengan keutamaan-keutamaan tersebut, tidak ada alasan untuk melewatkan sholat tarawih baik itu di masjid ataupun di rumah.
Setelah sholat tarawih dilaksanakan, mayoritas umat Muslim kerap melakukan sedekah. Upaya tersebut dilakukan terlebih di saat malam-malam terakhir Ramadan – guna mendapatkan berkah yang berlimpah.
Maka dari itu, yuk tunaikan sedekah terbaikmu setelah tarawih melalui Wakaf Salman! Klik tombol di bawah ya..

