Sambutan Hangat Untuk Ramadhan

Sambutan Hangat Untuk Ramadhan

By Markom Wakaf Salman

06/04/2021

Tidak terasa hari berganti semakin cepat, kesibukan demi kesibukan terus dilakukan oleh kita semua sebagai umat manusia yang bertahan hidup walaupun kondisi tidak menentu seperti ini. Hanya tinggal hitungan hari bulan Ramadhan akan datang menghampiri kita semua selaku umat Muslim yang akan menjalankan ibadah-ibadah di bulan yang penuh ampunan dosa tersebut. Seperti yang kita ketahui, sekarang telah masuk ke 1442 H dalam kalender Islam.

Karena kemuliaan pada bulan tersebut, ada berbagai cara umat Islam dalam menyambut kedatangan Ramadhan dari tahun ke tahun, ada sisi menarik dari Pulau Jawa sendiri yang mempunyai beberapa “tradisi” dalam penyambutan bulan Suci Ramadhan, seperti berikut :

 

1. Munggahan, Jawa Barat

Tradisi yang cukup melekat untuk warga Jawa Barat, di mana tradisi ini identik sekali dengan kumpul anggota keluarga, mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga dan berdoa bersama. Namun, biasanya di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat memiliki sedikit perbedaan, tetapi tetap tujuan utamanya adalah bersilaturahmi.

 

2. Meugang, Aceh

Tradisi yang berada di daerah Aceh ini berupa penyembelihan hewan ternak, biasanya dilaksanakan dua hari menjelang bulan Ramadhan. Setelah selesai disembelih, daging-daging tersebut akan dibagikan kepada para tetangga, warga sekitar, dan disantap bersama anggota keluarga.

 

3. Apeman, Yogyakarta

Diawali dengan ziarah bersama ke makam anggota keluarga yang telah tiada, lalu dilanjutkan dengan membuat kue tradisional yaitu kue apem. Tradisi yang sudah turun-temurun dari generasi ke generasi di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, masih berlangsung hingga saat ini. Kue yang sudah dibuat, akan diberikan kepada tetangga dan anggota keluarga lainnya.

 

4. Malamang, Sumatera Barat

Untuk menyambut berbagai acara penting, masyarakat Minangkabau menjadikan makanan adalah komponen penting dalam perayaan acara-acara tersebut. Begitu pun dengan menyambut bulan Ramadhan, setiap menjelang bulan suci ini, biasanya masyarakat Minangkabau akan bersama-sama membuat lamang atau lemang yang terbuat dari beras ketan yang di bakar menggunakan bambu. Hal ini dinamai Malamang.

Tradisi-tradisi tersebut pastinya memiliki makna tersendiri, walaupun berbeda-beda dengan daerah lainnya. Mungkin bisa dibilang ini adalah salah satu “warisan” nenek moyang kepada generasi penerus yang harus selalu dijaga agar terawat. Wakaf Salman mengajak Anda dan para Sahabat Penderma untuk berdonasi terhadap pemberdayaan desa-desa yang masih perlu dibenahi supaya lebih produktif. Mari Kita berbagi untuk meraih pahala dari Allah SWT.

Artikel

Bagikan :

Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us