Mengapa Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditunda?

Mengapa Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditunda?

By Markom Wakaf Salman

18/03/2021

Indonesia masih berada di peringkat pertama dalam penyebaran kasus Covid-19, terlampau jauh dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Segala upaya sedang dimaksimalkan oleh pemerintah untuk mereda penyebaran virus tersebut, upaya yang dilakukan pun ditujukan demi keselamatan masyarakat luas agar terhindar dari infeksi Covid-19. Lalu, apa yang harus dilakukan sekarang? Langkah apa yang diambil oleh pemerintah untuk meminimalisir angka penyebaran di Tanah Air?

Selain menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di hampir keseluruhan kota-kota di Indonesia, pemerintah sedang mengupayakan pemberian vaksin terhadap masyarakat. Selain Vaksin Sinovac, Indonesia juga mulai mengembangkan Vaksin AstraZeneca asal Inggris. Namun, pemerintah masih menunda sementara penyebarannya. Seperti yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, pihak pemerintah masih menunggu hasil keputusan dari penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terkait efek samping yang dihasilkan dari vaksin tersebut. Hal sama diungkapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, ia mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari WHO dan The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) terkait keamanan Vaksin AstraZeneca ini.

Bukan hanya Indonesia yang menunda penyebaran vaksin ini, namun ada sekitar 12 negara Eropa dan satu negara Asia yaitu Thailand, yang sama-sama mengambil langkah tersebut. Menurut berita yang beredar, Austria menjadi negara pertama yang menunda vaksin tersebut menyebar, dikarenakan kasus perawat berusia 49 tahun yang meninggal akibat pembekuan darah yang parah, beberapa hari setelah disuntik vaksin, namun bukan karena efek dari Vaksin AstraZeneca tersebut. Berdasarkan kasus di Austria, sebagian negara di Eropa memutuskan untuk menangguhkan sementara penggunaan Vaksin AstraZeneca dengan alasan kehati-hatian dan pencegahan, sambil menunggu hasil investigasi EMA (European Medicines Agency). Sepuluh negara diantaranya adalah Denmark, Islandia, Norwegia, Spanyol, Italia, Bulgaria, Estonia, Latvia, Lithuania, dan Luksemburg.

Perlu diingat kembali, vaksin bukanlah sebagai obat untuk “membasmi” virus Covid-19, melainkan vaksin ini sebagai “penambah” kekebalan tubuh manusia agar dapat bertahan atau bahkan terhindar dari turunnya imunitas organ tubuh. Upaya ini tentunya harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tanpa adanya ketaatan dan kedisiplinan Kita terhadap aturan yang ada, kesehatan masyarakat Indonesia pasti akan selalu dalam ancaman. Wakaf Salman mengajak Sahabat Penderma untuk berdonasi membantu kebutuhan tenaga medis dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Donasi yang Anda berikan berarti untuk kesehatan orang-orang yang Kita sayangi.

Artikel

Bagikan :

Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us