Mekarmanik Memanggil

Mekarmanik Memanggil

By Markom Wakaf Salman

23/03/2021

Perjalanan tim Wakaf Salman menelusuri Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung masih berlanjut untuk mengetahui apa saja kebutuhan warga setempat yang belum terpenuhi. Setelah sebelumnya tim bersama Ricky Perdana dan Jabar Quick Respone (JQR) melihat tempat tinggal warga serta melihat sanitasi, kali ini lembaga Odesa Indonesia mengajak melanjutkan perjalanan untuk melihat sumber mata air yang “menghidupi” daerah tersebut.

Seperti yang kita semua ketahui, bahwa air adalah sumber dari kehidupan seluruh makhluk hidup di muka bumi ini, tanpa adanya air mungkin kehidupan ini tidak akan stabil untuk makhluk yang hidup di bumi. Air adalah komponen penting, perannya dalam kebutuhan sehari-hari sangat vital, disebabkan hampir setengah dari organ tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya sangat membutuhkan air. Bukan hanya itu, untuk beberapa aktivitas pun sangat membutuhkan air, seperti mencuci, memasak, mandi, dan lain-lain. Sama halnya untuk daerah yang sedang ditinjau langsung oleh tim Wakaf Salman ini, yaitu Desa Mekarmanik. Di daerah ini, air masih bisa dibilang kurang layak dalam penggunaannya, karena warga masih mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkecuali untuk memasak dan minum. Jarak yang jauh “memaksa” warga sementara menggunakan air dari sungai sebagai pengganti air bersih, selain jarak yang jauh, pungutan biaya sebesar Rp 50.000 per bulan menjadi faktor lainnya.

Ada beberapa titik sumber mata air yang “menghidupi” Desa Mekarmanik, yang pertama jaraknya kurang lebih 3 sampai 4 Kilometer dari pemukiman warga, tempatnya juga terdapat di dalam hutan, jalanan yang sempit dan cukup curam membawa tim Wakaf Salman melihat sumber mata air pertama tersebut. Air yang keluar dari tanah langsung mengalir ke arah saluran air yang menjadi satu-satunya “media” agar air tersebut mengalir ke pemukiman warga Mekarmanik, tidak ada mesin pembantu untuk mendorong agar mempercepat akses jalannya air tersebut, hanya mengandalkan gravitasi bumi saja. Sedangkan sumber mata air utamanya berjarak kurang lebih 7 Kilometer dari sumber mata air pertama tersebut.

Tanpa kita semua sadari, kita sering kali membuang hal kecil yang ternyata sangat penting bagi kehidupan, seakan-akan terlena dengan kehidupan yang sudah kita miliki sekarang, namun orang lain di luar sana sangat sulit untuk mendapatkannya. Mari Kita berdonasi untuk pemberdayaan air bersih terhadap daerah-daerah yang masih kurang beruntung, salurkan niat baik Anda melalui Wakaf Salman agar para masyarakat khususnya di daerah pelosok dapat terjamin kesehatannya.

 

Masihkah Anda berniat membuang air bersih?\

Artikel

Bagikan :

Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us