Masyarakat Harus Sadar! Inilah 5 Fakta Mengejutkan Tentang Kondisi Air di Indonesia

Masyarakat Harus Sadar! Inilah 5 Fakta Mengejutkan Tentang Kondisi Air di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, yang memiliki lebih dari 17.500 pulau di dalamnya. Hal tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa Negara ini memiliki sumber air yang melimpah. Namun, pernahkah kita bertanya tentang kondisi air di Indonesia yang sesungguhnya?

Sebagaimana yang kita ketahui, air merupakan sebuah kebutuhan primer yang sangat penting bagi manusia. Beberapa hal utama yang menjadikannya demikian adalah, air berguna untuk mengisi cairan tubuh kita, juga untuk kegiatan keseharian lainnya, termasuk mandi, masak, sampai pemanfaatan pada sektor pertanian.

Sayangnya, data menunjukkan kondisi yang jauh dari ideal tentang air di Indonesia, dengan pandangan bahwa terdapat cadangan air yang melimpah ruah di lain sisi. 

Dilansir dari Environmental Performance Index Universitas Yale, Amerika Serikat, ternyata Indonesia berada pada posisi ke-132 dari 164 negara dalam kategori air dan sanitasi. Hal ini menjelaskan tentang keadaan dan pengelolaan air kita yang jauh dari rata-rata –buruk.

Lalu, apa yang sebetulnya terjadi di tengah masyarakat Indonesia terkait masalah air ini? Yuk simak 5 fakta mengejutkan tentang kondisi air di Indonesia!

  1. Tidak Semua Masyarakat Bisa Mengakses Toilet

Terdapat 25 juta masyarakat Indonesia belum bisa mengakses toilet. Proses buang air besar masih dilakukan sembarangan seperti di semak-semak, sungai, hutan, dan jalan. Hal ini tentu menyebabkan pencemaran.

Buang air besar pada tempat terbuka dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu, kotoran yang lama kelamaan menjadi kering diterbangkan oleh angin. Hasilnya, penyakit dapat dengan mudah bertebaran dan menjangkit banyak orang.

2 jenis penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh perilaku tidak sehat ini adalah:

  • Tifus
  • Diare

 

  1. Sungai yang Tercemar

Sungai menjadi salah satu sumber utama air minum dan sanitas. Tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu oleh PDAM. Sangat disayangkan mengingat keadaan sungai saat ini sudah banyak tercemar sehingga dapat dikatakan bahwa kondisi air di Indonesia tidak layak konsumsi.

Sungai Citarum, Jawa Barat, menjadi salah satu dari lima sungai terkotor di dunia berdasarkan penelitian Illuminem. Sungai yang mengalir hingga 300 kilometer jauhnya ini tercemar oleh limbah industri, rumah tangga, dan hasil pertanian seperti pestisida. Selain itu, logam berat dan bahan kimia beracun juga mengkontaminasi kandungan air sehingga membahayakan bagi manusia maupun biota di dalamnya. 

Safri Burhanuddin, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebutkan, terdapat lebih dari 1.900 industri di sekitar daerah aliran Sungai Citarum dan 90% diantaranya memiliki instalasi pengolahan air limbah yang tidak memadai.

 

  1. Hampir 70% Sumber Air Rumah Tangga Tercemar Limbah Tinja

Penyebab utama terjadinya penyebaran limbah ini adalah karena pengolahan tinja yang belum maksimal. Masyarakat masih belum sadar pentingnya menghubungkan antara toilet dengan sistem pembuangan menggunakan pipa. 

Lebih parahnya lagi, masih banyak masyarakat belum dapat mengakses toilet sehingga kotoran mengarah pada sungai dan mencemari air secara langsung.

Hasil Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menyatakan, bahwa 7 dari 10 rumah tangga Indonesia mengkonsumsi air minum yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E-coli). Bakteri ini dapat menyebabkan diare.

Diare disebabkan oleh bakteri E-coli yang mengakibatkan infeksi pada saluran pencernaan. Infeksi yang terjadi menyebabkan makanan yang masuk dalam tubuh terkontaminasi. Diare merupakan 1 dari 10 penyakit paling mematikan bagi balita.

Melansir Kementerian Kesehatan tahun 2022, diare menjadi penyumbang kematian nomor dua setelah pneumonia (infeksi paru-paru) pada bayi 29 hari – 11 bulan. 

 

  1. Ancaman Kekeringan

Kengerian fenomena EL Nino masih teringat hingga saat ini. Pasalnya, bencana ini menimpa hampir seluruh wilayah di Tanah Air yang menyebabkan kekeringan secara merata. 

Pulau Jawa menjadi satu wilayah yang terdampak paling parah. Pasalnya, pulau dengan luas geografis hanya 7% Indonesia ini dihuni oleh lebih dari 151 juta penduduk. Pengelolaan air bersih yang belum maksimal menjadikan kekeringan semakin parah. 

Di beberapa titik, pemerintah harus rutin setiap hari mendistribusikan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat sepanjang Mei – November tahun ini.

Tidak cukup dengan penanganan jangka pendek, pemerintah harus segera mempersiapkan solusi penanganan jangka panjang sebagai mitigasi risiko yang nyata. Hal ini guna meningkatkan kondisi air di Indonesia dan pemanfaatan yang lebih efisien.

Baca juga: 32 Provinsi di Indonesia Terancam Kekeringan

   5 Daerah Terdampak Kekeringan di Indonesia Selama Kemarau 2023, Sangat Memprihatinkan!

 

  1. Air Hujan Tidak Terserap ke Tanah

Betonisasi dan pembangunan besar-besaran tidak hanya terjadi di kota besar. Demi tatanan wilayah yang rapi, tidak jarang program pembetonan dijadikan solusi. 

Namun sayangnya, proses pembangunan ini menjadikan lahan tanah tertutupi oleh semen. Hal ini mengakibatkan air yang mengalir terhalang masuk dan terserap ke tanah. 

Perjalanan seperti air hujan langsung mengarah ke sungai dengan keadaan sungai yang penuh tercemar mengakibatkan air yang seharusnya dapat dikelola menjadi sia-sia.

Air tanah menjadi sumber air minum dan sanitasi bagi masyarakat. Terbukti pada 2018 terdapat sekitar 1.672 pelanggan sumur bor di daerah Jakarta Selatan –daerah metropolitan dan perkantoran–. 

Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan masif melakukan reboisasi dan membuat biopori pada masing-masing rumah.

 

Itulah tadi 5 fakta tentang kondisi air di Indonesia yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Perlu kita ketahui, bahwa air bersih merupakan unsur kunci untuk menjaga kesehatan masyarakat. Kami mengajak Anda semua untuk turut membantu masyarakat Indonesia dalam mendapatkan akses air bersih, melalui program Wakaf & Infak Sumur, dan Wakaf Fasilitas Air Wudhu.

Yuk klik link di atas untuk turut membawa dampak yang nyata pada kehidupan!

Literasi
Air
Wakaf

Bagikan :

Literasi
Air
Wakaf
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us