Beranda

Program

Kabar Wakaf

Akun

Wakaf Salman

5 Peristiwa di Bulan Muharram yang Wajib Kamu Ketahui

Di balik keistimewaannya, tersimpan berbagai peristiwa di bulan Muharram yang sarat makna dan pelajaran. Setiap kejadian yang terabadikan dalam sejarah Islam ini bukan hanya sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin yang bisa kita jadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi sebagian orang, Muharram mungkin hanya dikenal sebagai momen puasa Asyura atau libur tahun baru Islam. Padahal, jauh lebih dari itu, bulan ini menyimpan kisah-kisah luar biasa tentang para nabi yang diuji, bersabar, dan akhirnya mendapat pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Menarik sekali, bukan? Yuk, kita ketahui beberapa peristiwa di bulan Muharram!

Mengapa Bulan Muharram Dimuliakan?

Sebelum masuk ke kisah-kisah bersejarahnya, ada baiknya kita pahami dulu kenapa Muharram mendapat tempat istimewa dalam Islam. Dalam Al Quran surah At Taubah ayat 36, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan adanya empat bulan haram, dan Muharram termasuk salah satunya. Keempat bulan ini dianggap suci karena pada masa itu dilarang melakukan perbuatan dosa dan peperangan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga pernah bersabda bahwa puasa paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Muharram. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan bulan ini di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Tak heran jika banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk bersedekah dan berwakaf, di sepanjang bulan yang penuh berkah ini.

Baca Juga: Apa Hukum Puasa Muharram?

5 Peristiwa di Bulan Muharram

Nabi Musa Selamat dari Kejaran Firaun

Salah satu contoh peristiwa di bulan Muharram ini adalah yang paling dikenal luas di kalangan umat Islam maupun dunia. Tepat pada tanggal 10 Muharram, Allah subhanahu wa ta’ala membelah Laut Merah sehingga Nabi Musa beserta Bani Israil bisa menyeberang dengan selamat. Sementara itu, Firaun dan seluruh pasukannya yang terus mengejar justru tenggelam dan binasa di lautan yang sama. Peristiwa ini menjadi simbol paling kuat tentang kemenangan kebenaran atas kesombongan dan kezaliman.

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi sedang berpuasa di hari ke-10 Muharram. Saat ditanya alasannya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun. Mendengar hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa umat Islam lebih berhak menghormati Nabi Musa, dan beliau pun menganjurkan puasa Asyura kepada kaum muslimin. Inilah asal-usul puasa Asyura yang kita kenal hingga sekarang.

Kapal Nabi Nuh Berlabuh dengan Selamat

Masih di tanggal 10 Muharram, terjadi pula peristiwa besar lainnya dalam sejarah kenabian. Setelah berbulan-bulan terombang-ambing di atas banjir besar yang melanda seluruh bumi, kapal Nabi Nuh akhirnya berlabuh dengan selamat di atas Bukit Judi. Hanya orang-orang beriman yang ada di dalam kapal itu yang selamat, sementara mereka yang ingkar dan menolak ajaran Nabi Nuh ikut tenggelam bersama air bah yang dahsyat.

Nabi Nuh adalah salah satu nabi dengan masa dakwah terpanjang dalam sejarah Islam, yakni sekitar 950 tahun. Selama itu pula beliau terus menyeru kaumnya untuk beriman, meskipun yang menyambut ajakannya sangat sedikit. Kisah berlabuhnya kapal Nabi Nuh ini mengajarkan kita bahwa keistiqomahan dalam kebenaran, walau harus melewati jalan yang panjang dan berat, pada akhirnya pasti berbuah keselamatan.

Nabi Ibrahim Selamat dari Kobaran Api

Nabi Ibrahim dilemparkan ke dalam api yang sangat besar oleh Raja Namrud sebagai hukuman karena telah menghancurkan berhala-berhala sesembahan kaumnya. Peristiwa luar biasa ini pun dikaitkan dengan bulan Muharram yang penuh keistimewaan. Allah subhanahu wa ta’ala kemudian memerintahkan api itu untuk menjadi dingin dan tidak menyakiti Ibrahim sedikit pun, hingga beliau keluar dari kobaran api itu dalam keadaan selamat tanpa sehelai rambut pun terbakar.

Kejadian ini bukan hanya mukjizat semata, tetapi juga pelajaran mendalam tentang tawakal. Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi ancaman maut karena ia tahu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah pelindung terbaik bagi orang-orang yang beriman. Di zaman sekarang, mungkin kita tidak diuji dengan kobaran api, tetapi cobaan hidup dalam berbagai bentuknya tetap membutuhkan keyakinan yang sama kuatnya seperti yang dimiliki Ibrahim.

Nabi Yusuf Dibebaskan dari Penjara

Fitnah yang diterimanya dari istri pembesar Mesir membuat Nabi Yusuf harus mendekam dalam penjara selama beberapa tahun. Namun kisah hidupnya tidak berhenti di sana. Di bulan Muharram, Allah subhanahu wa ta’ala mengizinkan kebenaran terungkap dan Nabi Yusuf pun akhirnya dibebaskan. Lebih dari itu, kemampuan beliau dalam menafsirkan mimpi membuat raja Mesir memberikannya jabatan penting sebagai pejabat yang mengurusi perekonomian negeri itu.

Perjalanan hidup Nabi Yusuf benar-benar penuh dengan liku-liku yang tidak mudah, mulai dari dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, hingga dipenjara atas tuduhan yang tidak benar. Namun di setiap titik paling gelap dalam hidupnya, Nabi Yusuf tidak pernah kehilangan kepercayaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Inilah pelajaran terbesar dari kisahnya,  Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang terus berbaik sangka kepada-Nya.

Nabi Ayyub Sembuh dari Penyakit Bertahun-tahun

Nabi Ayyub adalah teladan kesabaran tertinggi yang pernah ada. Beliau menderita penyakit kulit yang sangat parah selama belasan tahun hingga hartanya habis dan keluarganya berguguran satu per satu. Namun tidak satu pun keluhan yang keluar dari lisannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Di bulan Muharram, doa panjang dan kesabaran beliau akhirnya dijawab oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan kesembuhan yang sempurna, bahkan harta dan keturunannya pun dikembalikan berlipat ganda.

Kisah Nabi Ayyub sangat relevan untuk siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Kadang kita mudah mengeluh hanya karena sakit ringan beberapa hari, sementara Nabi Ayyub bertahan selama bertahun-tahun tanpa pernah berhenti bersyukur. Peristiwa kesembuhan beliau di bulan Muharram ini menjadi pengingat bahwa tidak ada ujian yang tidak ada akhirnya, asalkan kita tetap bersabar dan terus berdoa.

Baca Juga: Info Puasa Muharram 2026

Hikmah Besar yang Bisa Kita Petik

Dari kelima kisah di atas, ada satu benang merah yang sangat jelas, Allah subhanahu wa ta’ala selalu hadir untuk menolong hamba-hamba-Nya yang beriman, bersabar, dan tidak berhenti berdoa. Pertolongan itu bisa datang dalam berbagai cara dan waktu, tetapi tidak pernah terlambat. Semua peristiwa yang terjadi di bulan yang mulia ini adalah bukti nyata janji Allah yang tidak pernah ingkar.

Bulan Muharram datang setiap tahun seolah-olah ingin mengingatkan kita untuk kembali merenungi kisah-kisah besar itu. Di bulan inilah waktu yang tepat untuk bermuhasabah, memperbarui niat, dan memperbanyak amal kebaikan yang bisa terus memberikan manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita.

Sobat Wakaf, itulah lima peristiwa di bulan Muharram yang bersejarah dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah sejarah Islam. Setiap kisah mengandung pesan yang begitu dalam, bahwa iman, kesabaran, dan tawakal adalah bekal paling kuat untuk menghadapi segala badai kehidupan.

Jadikan bulan Muharram ini sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, salah satunya melalui amal jariyah seperti wakaf. Manfaat wakaf tidak berhenti ketika kita berpaling, tetapi terus mengalir menjadi pahala yang tidak terputus bahkan setelah kita tiada.

Yuk, klik tombol di bawah!

    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Copyright © 2026 Wakaf Salman. All Rights Reserved.