Kiat Menahan "Putaran Koin" Jadi Langgeng

Kiat Menahan "Putaran Koin" Jadi Langgeng

By Markom Wakaf Salman

21/02/2021

Pernah lihat seseorang memutar koin? Entah itu yang perak atau kuning, putarannya seringkali tak bertahan lama. Coba perhatikan, hanya dalam hitungan detik, koin akan jatuh. Tapi kali ini, kita bahas "putaran koin" yang lain.

Koin identik dengan alat tukar barang atau jasa bagi hal-hal kecil. Contohnya, untuk membeli permen atau tisu yang sangat mini. Namun, kamu pasti akan berlikir ulang kalau jumlah koin itu banyak. Sebut saja, satu kilo koin. Mungkin kamu tidak akan menukarnya dengan permen.

Artinya, koin-koin yang bernilai kecil itu kalaupun dikumpulkan akan memberikan nilai yang lebih besar. Begitu pula berlaku ketika koin menjadi modal usaha. Ada 'kan yang menjual karet rambut seharga 99 rupiah. Dibeli lalu dihias sesuatu berdasarkan kreatifitas dan menjadi produk yang harganya jauh melampaui 99 rupiah.

Proses dari pembelian sampai penjualan kembali itu ibarat koin yang diputar. Itu modal usaha kita. Kemudian modal itu digunakan selama proses ikhtiar sehingga usaha bisa mengghasilkan sesuatu lalu berkembang. Itulah perputaran modal.

Jadi, kiat untuk memutar modal agar usaha bisa bertahan lama adalah tidak menyepelekan sekecil apapun nilai modal yang dimiliki. Jangan sampai ide, kreativitas, dan inovasi yang sudah ada di benak justru terkalahkan keraguan pada modal yang dianggap seiprit. Sudah mengerti akan hal itu? Yuk bantu saudara kita yang lainnya untuk memahami ini.

Kalau 1000 UMKM butuh modal, yakinkan bahwa ada kita di sisinya. Ada kamu yang siap ajak teman-teman dan keluarga untuk berdonasi. Ada kami Wakaf Salman, yang siap menyalurkan bantuan bagi 1000 UMKM. Sama seperti 99 rupiah yang jika dikumpulkan bisa saja menjadi 99 juta, maka 1000 orang bisa membantu permodalan 1000 UMKM.

Donasi sekarang, wujudkan harapan para usahawan.

hukum wakaf
Artikel

Bagikan :

hukum wakaf
Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us