Sobat Wakaf, pertanyaan kapan bulan Safar 2026 berlangsung sering muncul menjelang pergantian bulan Hijriah. Wajar saja, sebab tanggal Masehi untuk setiap bulan Islam memang selalu berubah setiap tahunnya. Nah, mari kita akan bahas tuntas kapan tepatnya Safar 1448 H dimulai, sekaligus mengupas makna dan keutamaannya.
Yuk, ketahui kapan bulan Safar 2026 dimulai!
Daftar Isi
Kapan Bulan Safar 2026 Dimulai dan Berakhir?
Secara umum, Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharram. Penentuan awal bulannya bergantung pada metode hisab atau rukyat yang digunakan oleh masing-masing lembaga keagamaan. Karena itu, tidak heran jika ada sedikit perbedaan tanggal antara satu ormas dengan lainnya.
Penetapan Awal Safar 1448 H Versi Kemenag RI
Jadi, kapan bulan Safar 2026 berlangsung? Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Safar 1448 H bertepatan dengan hari Kamis, 15 Juli 2026. Penetapan ini mengikuti selesainya bulan Muharram 1448 H yang berjumlah 30 hari.
Bagi Sobat Wakaf yang ingin menghitung berbagai amalan atau agenda selama Safar, tanggal ini bisa dijadikan patokan resmi pemerintah. Kalender ini juga yang biasa digunakan dalam penanggalan resmi di Indonesia, termasuk untuk urusan administrasi keagamaan.
Baca Juga: Doa Bulan Safar Agar Terhindar dari Bahaya
Perbedaan Penetapan Menurut Muhammadiyah dan NU
Sementara itu, versi lain menunjukkan tanggal yang sedikit berbeda. Muhammadiyah yang menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal menetapkan 1 Safar 1448 H jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026, meski awal Muharramnya sama dengan Kemenag.
Di sisi lain, LF PBNU menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026, sehingga jika Muharram versi NU genap 30 hari, 1 Safar akan jatuh pada Jumat, 17 Juli 2026. Perbedaan semacam ini termasuk hal yang biasa terjadi setiap tahun. Sobat Wakaf tidak perlu bingung, karena selisih satu hingga dua hari ini murni disebabkan metode hisab yang berbeda, bukan kesalahan perhitungan.
Mengenal Bulan Safar dalam Kalender Hijriah
Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita memahami dulu apa sebenarnya bulan Safar itu. Pemahaman ini penting supaya Sobat Wakaf bisa menyambut bulan ini dengan cara pandang yang benar sesuai ajaran Islam.
Asal-usul Nama dan Makna Bulan Safar
Kata “Safar” dalam bahasa Arab berarti kosong atau sunyi. Penamaan ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong karena pergi berdagang atau berperang pada bulan tersebut.
Jadi, makna aslinya lebih merujuk pada kondisi sosial masyarakat kala itu, bukan pertanda buruk seperti yang sering disalahpahami. Pemahaman sejarah ini penting agar Sobat Wakaf tidak terjebak pada mitos yang beredar di masyarakat.
Kedudukan Safar sebagai Bulan Kedua Hijriah
Dalam urutan kalender Hijriah, Safar menempati posisi kedua setelah Muharram. Bulan ini terdiri dari 29 atau 30 hari, tergantung hasil pengamatan hilal pada bulan sebelumnya
Meski tidak termasuk empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan, Safar tetap menjadi bagian penting dalam siklus ibadah tahunan umat Islam. Setelah Safar berakhir, umat Muslim akan memasuki Rabiul Awal, bulan yang identik dengan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Benarkah Safar Bulan yang Membawa Sial?
Banyak masyarakat masih meyakini Safar sebagai bulan penuh kesialan atau musibah. Padahal, anggapan ini sama sekali tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam yang shahih.
Pandangan Islam tentang Anggapan Bulan Sial
Islam sendiri tidak mengakui adanya bulan sial, termasuk Safar. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam secara tegas menegaskan bahwa tidak ada pertanda buruk yang melekat pada bulan tertentu, termasuk Safar.
Anggapan sial ini murni warisan tradisi jahiliyah yang kemudian bercampur dengan praktik keagamaan masyarakat. Oleh sebab itu, Sobat Wakaf tidak perlu khawatir berlebihan atau membatasi aktivitas penting seperti pernikahan maupun bepergian hanya karena alasan bulan Safar.
Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Safar
Justru sebaliknya, Safar menyimpan sejumlah peristiwa bersejarah yang penuh keberkahan. Salah satunya adalah pernikahan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan Khadijah binti Khuwailid yang terjadi pada bulan ini.
Selain itu, Perang Abwa yang merupakan ekspedisi pertama umat Islam juga berlangsung dan dimenangkan pada bulan Safar. Dengan fakta sejarah ini, Safar sepatutnya dipandang sebagai bulan yang membawa kabar baik, bukan sebaliknya. Sobat Wakaf bisa menjadikan kisah ini sebagai pengingat untuk selalu berprasangka baik kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Baca Juga: Hadis Tentang Bulan Safar, Ada Tentang Kesialan?
Demikian penjelasan lengkap mengenai kapan bulan Safar 2026 berlangsung beserta makna dan keutamaannya. Intinya, Sobat Wakaf tidak perlu khawatir dengan anggapan sial yang selama ini beredar di masyarakat, karena hal tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Justru, bulan Safar bisa dijadikan momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan, termasuk melalui sedekah dan wakaf. Mari kita menyambut bulan Safar dengan hati yang lebih tenang dan optimis.
Yuk, klik tombol di bawah!

