Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Yayasan Pembina Masjid Salman ITB (YPM Salman ITB) memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan dan pengembangan bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama. Kerja sama tersebut juga diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama mengenai Program Pengelolaan dan Pengembangan Dana Lestari Berbasis Wakaf antara Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB dan YPM Salman ITB melalui Wakaf Salman.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun keberlanjutan program Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan wakaf untuk mendukung pendidikan dan kemanfaatan masyarakat. Dalam kesepakatan bersama, ITB dan YPM Salman ITB menyepakati kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta bentuk kolaborasi lain yang disepakati bersama. Sementara itu, Perjanjian Kerja Sama secara khusus mencakup penghimpunan, pengelolaan, pengembangan, dan penyaluran harta benda wakaf serta pengembangan program wakaf produktif yang mendukung kebermanfaatan sosial, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.
Rektor ITB menyampaikan bahwa kerja sama antara Masjid Salman dan ITB sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Hubungan keduanya telah terjalin melalui berbagai program yang selama ini memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat. “Antara Salman dan ITB tidak bisa dipisahkan. Sebelum penandatanganan ini terjadi, sudah banyak program yang dikolaborasikan, seperti KKN, beasiswa, penelitian, dan riset,” ungkap Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., selaku Rektor ITB.
Menurutnya, kerja sama pengembangan dana lestari berbasis wakaf juga hadir dari kebutuhan dan aspirasi alumni ITB. Terdapat alumni yang ingin menyalurkan dana lestari dengan mekanisme yang sesuai dengan prinsip syariah. “Ada permintaan dari alumni yang ingin menyerahkan dana lestari secara syariah. Maka dari itu, tepat untuk dikelola oleh Masjid Salman ITB melalui Wakaf Salman,” ujar Prof. Tata menambahkan.
Melalui skema kerja sama ini, wakaf diharapkan tidak hanya menjadi instrumen filantropi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber keberlanjutan bagi berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum Pengurus YPM Salman ITB, Prof. Dr. Ir. Suwarno, M.T., menilai kerja sama ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem wakaf sebagai bekal bagi ITB di masa mendatang. Menurutnya, pengembangan ekosistem tersebut dapat dilakukan melalui setidaknya tiga hal, yaitu kaderisasi, literasi, dan pengembangan program wakaf.
“Ekosistem wakaf sebagai bekal ITB. Setidaknya kegiatan nanti kita bisa isi dengan tiga hal, yaitu kaderisasi melalui duta wakaf, literasi wakaf melalui seminar dan workshop, serta program atau campaign, misalnya untuk kealumnian, beasiswa, dan sebagainya,” jelas Prof. Suwarno.
Ruang lingkup kerja sama pengelolaan dan pengembangan dana lestari berbasis wakaf juga mencakup sosialisasi, edukasi, dan literasi wakaf kepada masyarakat melalui seminar, pelatihan, kampanye, dan berbagai media informasi. Selain itu, para pihak dapat mengembangkan kerja sama strategis dalam pengelolaan dan optimalisasi aset wakaf untuk meningkatkan nilai manfaat dan keberlanjutan program.
Kerja sama ini sekaligus mempertemukan dua ekosistem yang telah memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan dan kemaslahatan masyarakat. Di satu sisi, ITB memiliki mandat dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sisi lain, YPM Salman ITB melalui Wakaf Salman memiliki pengalaman dalam menghimpun dan mengelola wakaf untuk berbagai program pemberdayaan dan kemanfaatan.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak ruang bagi alumni, sivitas akademika, dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan wakaf yang berdampak jangka panjang. Dana yang dihimpun melalui skema wakaf dapat dikelola dan dikembangkan secara produktif sesuai prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan hasil pengelolaannya diarahkan untuk mendukung program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan ITB.
Dengan demikian, kolaborasi ITB dan YPM Salman ITB tidak hanya berbicara mengenai pengelolaan dana, tetapi juga tentang bagaimana membangun dana lestari yang mampu menjaga keberlanjutan manfaat dari satu generasi ke generasi berikutnya. Wakaf diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan dan kemaslahatan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara ITB, alumni, Salman, dan masyarakat.

