Membahas tentang keutamaan qurban selalu menjadi hal yang menarik, terutama saat memasuki bulan Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha. Bagi umat Islam, qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, kepedulian sosial, dan penghambaan kepada Allah SWT.
Ibadah qurban memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Bahkan, syariat ini telah dicontohkan sejak zaman Nabi Ibrahim عليه السلام sebagai simbol ketulusan dan pengorbanan di jalan Allah.
Lalu, apa saja sebenarnya keutamaan qurban? Berikut penjelasannya berdasarkan Al-Qur’an, hadis shahih, dan pandangan ulama.
Daftar Isi
Apa Itu Qurban?
Sebelum memahami keutamaan qurban, penting untuk mengetahui maknanya terlebih dahulu.
Qurban berasal dari kata qaruba yang berarti “dekat”. Dalam syariat Islam, qurban adalah ibadah menyembelih hewan tertentu pada Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah) sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
“Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi Muslim yang mampu.
1. Qurban adalah Bentuk Ketakwaan kepada Allah
Salah satu keutamaan qurban yang paling utama adalah menjadi bukti ketakwaan seorang hamba.
Allah SWT berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa inti qurban bukan pada hewan atau jumlahnya, melainkan keikhlasan dan ketakwaan orang yang melaksanakannya.
Qurban mengajarkan bahwa seorang Muslim harus rela mengorbankan sebagian hartanya demi menjalankan perintah Allah.
2. Menghidupkan Sunnah Nabi Ibrahim عليه السلام
Qurban juga menjadi bentuk meneladani perjuangan Nabi Ibrahim عليه السلام dan Nabi Ismail عليه السلام.
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang bersedia menjalankan perintah Allah untuk menyembelih putranya menjadi simbol kepatuhan total kepada Allah. Ketika keduanya menunjukkan keikhlasan, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan.
Karena itu, setiap ibadah qurban mengingatkan umat Islam tentang:
- Ketaatan
- Keikhlasan
- Pengorbanan di jalan Allah
Baca Juga: Hukum Qurban Sesuai Syariat Islam
3. Memiliki Pahala yang Besar
Dalam hadis shahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan besarnya pahala orang yang berqurban.
Beliau bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.”
(HR. Tirmidzi no. 1493, Ibnu Majah no. 3126)
Hadis ini menunjukkan bahwa qurban termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah pada hari Idul Adha.
Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan qurban bernilai pahala bagi orang yang melaksanakannya.
4. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Keutamaan qurban tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial.
Melalui pembagian daging qurban:
- Fakir miskin dapat menikmati makanan layak
- Kebersamaan masyarakat meningkat
- Rasa empati dan solidaritas tumbuh
Allah SWT berfirman:
“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah kepada orang yang meminta.”
(QS. Al-Hajj: 36)
Karena itu, qurban bukan hanya ibadah individu, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama.
5. Menjadi Simbol Syukur atas Nikmat Allah
Qurban juga merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki dan nikmat yang diberikan Allah SWT.
Dengan berqurban, seorang Muslim mengakui bahwa:
- Harta hanyalah titipan Allah
- Rezeki harus dibagikan
- Nikmat Allah perlu disyukuri dengan amal nyata
Semangat berbagi ini menjadikan qurban sebagai ibadah yang sangat relevan dalam kehidupan sosial umat Islam.
Baca Juga: Apa Perbedaan Qurban dan Aqiqah?
Hikmah Qurban bagi Kehidupan Muslim
Selain berbagai keutamaan di atas, qurban juga memiliki hikmah besar dalam kehidupan sehari-hari.
Melatih Keikhlasan
Qurban mengajarkan untuk memberi tanpa berharap balasan dari manusia.
Mengurangi Kecintaan Berlebihan pada Dunia
Dengan mengeluarkan harta terbaik untuk qurban, seorang Muslim belajar bahwa cinta kepada Allah harus lebih besar daripada cinta kepada materi.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Distribusi daging qurban menciptakan kebersamaan dan memperkuat hubungan sosial antarumat.
Siapa yang Dianjurkan Berqurban?
Mayoritas ulama menyebut hukum qurban adalah sunnah muakkadah bagi Muslim yang mampu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa memiliki kelapangan rezeki namun tidak berqurban, maka jangan mendekati tempat sholat kami.”
(HR. Ibnu Majah no. 3123)
Hadis ini menunjukkan betapa besar anjuran untuk berqurban bagi mereka yang memiliki kemampuan.
Memahami keutamaan qurban membantu kita melihat bahwa ibadah ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Lima keutamaan qurban yang utama adalah:
- Menjadi bukti ketakwaan
- Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim عليه السلام
- Memiliki pahala besar
- Menumbuhkan kepedulian sosial
- Menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah
Melalui qurban, seorang Muslim belajar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan pentingnya berbagi kepada sesama. Karena itu, qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menyembelih ego, keserakahan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Yuk, klik tombol di bawah untuk memulai qurban mu!

