Beranda

Program

Kabar Wakaf

Akun

Wakaf Salman

Adakah Hari Terbaik dalam Islam? Ini Penjelasannya!

Adakah hari terbaik dalam Islam? Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengajarkan ibadah yang baik, tetapi juga mengenalkan waktu-waktu utama yang penuh keberkahan. 

Dalam artikel ini, kita akan mengulas tentang hal tersebut mulai dari dasar dalilnya, keutamaannya, serta amalan istimewa yang dapat dilakukan, termasuk sedekah air sebagai salah satu amalan jariyah paling dianjurkan.

Apa Itu Hari Terbaik dalam Islam?

Dalam Islam, waktu memiliki kedudukan yang sangat penting. Tidak semua hari dan waktu memiliki kedudukan yang sama. Ada hari-hari tertentu yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya karena peristiwa besar yang terjadi di dalamnya atau karena Allah menjadikan hari tersebut sebagai waktu istimewa untuk beribadah.

Beberapa hari terbaik dalam Islam disebutkan dalam Alqur’an maupun hadis, seperti hari Jumat, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, hari Arafah, hingga hari-hari di bulan Ramadan. Keistimewaan ini tidak hanya menjadi motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, tetapi juga menjadi peluang agar pahala dapat dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Baca Juga: Memang Iya, Pahala Membaca Qur’an Tidak Terputus?

Hari Jumat: Penghulu Segala Hari

Hari terbaik dalam Islam yang paling dikenal adalah hari Jumat, yang disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu seluruh hari.

Rasulullah SAW bersabda “hari terbaik ketika matahari terbit adalah hari Jumat.” (HR. Muslim)

Hari Jumat memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • hari diciptakannya Nabi Adam AS;
  • hari dimasukkannya beliau ke dalam surga;
  • hari diterimanya doa-doa tertentu;
  • hari penuh keberkahan dan rahmat.

Bahkan, umat Islam dianjurkan untuk membaca Surah Al-Kahfi, bersedekah, dan mendekatkan diri pada Allah di hari ini.

Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Hari-hari yang paling dicintai Allah untuk beramal adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Allah berfirman “demi fajar dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1–2)

Ulama tafsir menerangkan bahwa yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari awal Dzulhijjah. Keutamaannya meliputi amal baik dilipatgandakan, dianjurkan berpuasa, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah), dan waktu paling mulia bagi jamaah haji.

10 hari awal ini bahkan dikatakan lebih baik daripada sepuluh malam terakhir Ramadan dari sisi “amal terang-terangan”, sementara malam Ramadan lebih utama dalam ibadah malam.

Hari Arafah: Hari Pengampunan Dosa

Hari Arafah adalah tanggal 9 Dzulhijjah, yang dianggap sebagai hari paling utama bagi kaum Muslimin.

Keutamaan hari Arafah antara lain:

  • Allah mengampuni dosa dua tahun bagi orang yang berpuasa;
  • hari dikabulkannya doa;
  • hari pembebasan manusia dari api neraka;
  • hari paling mulia bagi jamaah haji ketika mereka wukuf di Padang Arafah.

Nabi SAW bersabda “puasa Arafah menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Lailatul Qadar: Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan

Walaupun berupa malam, Lailatul Qadar tetap menjadi waktu terbaik dalam Islam karena nilainya sangat tinggi. Allah berfirman “lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Malam ini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan keutamaannya yaitu, pahala dilipatgandakan, doa sangat mustajab, turunnya malaikat dalam jumlah besar, malam penuh keselamatan hingga terbit fajar.

Meski bukan “hari”, namun momentum ini wajib disebut karena sering dikaitkan dengan pembahasan waktu terbaik menurut Islam.

Hari-hari di Bulan Ramadan

Ramadan sendiri menjadi bulan terbaik yang penuh dengan hari-hari mulia. Setiap ibadah di dalamnya memiliki pahala yang berlipat ganda. Di dalamnya terdapat:

  • malam Lailatul Qadar;
  • malam-malam ampunan;
  • malam-malam pembebasan dari api neraka;
  • waktu berbuka yang mustajab doanya.

Ramadan adalah momen terbaik untuk memperbanyak amal seperti tadarus, infak, dan sedekah air.

Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah)

Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “hari makan, minum, dan mengingat Allah.” (HR. Muslim)

Pada hari ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, bersyukur, berbagi daging kurban, melakukan amalan sosial.

Amalan di Hari Terbaik dalam Islam

Setelah mengetahui hari-hari terbaik dalam Islam, penting untuk memahami amalan apa yang dianjurkan. Seperti, membaca Alqur’an, shalat sunnah, mendoakan kebaikan, memperbanyak shalawat, berpuasa di hari-hari tertentu, bersedekah.  Salah satu amalan terbaik yang sangat dianjurkan dan memiliki pahala jariyah adalah sedekah air.

Baca Juga: Inilah 3 Pahala yang Tak Pernah Putus Meski Kita Telah Tiada

Mengapa Sedekah Air Menjadi Amalan Istimewa?

Sedekah air adalah memberikan air bersih untuk orang lain melalui pembangunan sumur, menyediakan dispenser air di masjid,membantu daerah kekeringan, hingga proyek penyediaan air untuk warga.

Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang sedekah terbaik “sedekah terbaik adalah memberi air minum.” (HR. Abu Dawud)

Mengapa sedekah air begitu istimewa?

  1. Bermanfaat bagi banyak orang

Siapa pun yang minum dari sumber air itu akan menyalurkan pahala kepada pemberinya.

  1. Pahala jariyah tanpa batas

Selama air itu mengalir dan diminum, pahala terus tercatat.

  1. Amalan paling dibutuhkan

Air adalah kebutuhan dasar manusia, hewan, bahkan tanaman.

  1. Paling mudah dilakukan

Tidak memerlukan biaya besar, bisa menyesuaikan kemampuan.

Inilah sebabnya sedekah air sangat dianjurkan dilakukan di hari-hari terbaik dalam Islam untuk memaksimalkan pahala.

Menggabungkan Hari Terbaik dan Amalan Terbaik

Melakukan ibadah yang utama pada hari-hari yang juga utama menghasilkan pahala yang berlipat ganda. Misalnya, sedekah air di hari Jumat, sedekah air di bulan Ramadan, menyediakan air minum di masjid saat sepuluh hari terakhir Ramadan, sampai membantu pembangunan sumur di sepuluh hari pertama Dzulhijjah

Dengan memadukan momen terbaik dan amalan terbaik, seorang Muslim dapat memaksimalkan peluang pahala tanpa batas.

Apakah Ada Hari Paling Utama dari Semuanya?

Menurut mayoritas ulama, hari Jumat adalah hari terbaik dalam Islam secara umum, sementara Lailatul Qadar adalah waktu terbaik secara keseluruhan (khususnya malam). Sedangkan hari Arafah menjadi hari terbaik bagi jamaah haji.

Islam mengajarkan bahwa beberapa hari memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding hari lainnya, seperti hari Jumat, sepuluh hari pertama Dzulhijjah, hari Arafah, hingga hari-hari di bulan Ramadan.

Di hari-hari istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan, terutama amalan jariyah seperti sedekah air yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Dengan memanfaatkan hari terbaik dan amalan terbaik, kita dapat meraih keberkahan yang lebih besar, sekaligus menjadikan kehidupan sebagai ladang investasi pahala yang tidak pernah terputus.

Meski begitu, tidak ada satu hari khusus yang paling utama dari semua hari. Melainkan setiap hari adalah hari yang baik untuk menunaikan amal kebaikan. Yuk, mulai dari sekarang! Klik tombol di bawah ya..

    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Wakaf Salman
    • Copyright © 2026 Wakaf Salman. All Rights Reserved.