Dukung, Atau Mereka Pergi

Dukung, Atau Mereka Pergi

By Hari Utomo

22/10/2021

"Untuk mempertahankan anggota tim yg hebat hebat, seorang leader harus memiliki ide besar dan menantang. Mereka harus bisa meyakinkan timnya bahwa kita sedang mengubah dunia", demikian papar pak Erie Sudewo ketika mengisi sharing session di Rumah Amal, hari Rabo siang kemarin.

Talent talent terbaik harus diberi tantangan yg besar dan menantang. Tanpa itu mereka akan kehilangan semangat dan mundur dari perusahaan. Pengalaman membesarkan DD selama 10 tahun memberikan banyak pelajaran.

DD sendiri, awalnya dikembangkan untuk membantu para relawan corps dakwah di desa desa di pinggir Yogyakarta yg kondisinya cukup memprihatinkan. Support pendanaan yg sangat minim sedang tugasnya sangat berat karena harus berdakwah didaerah terpencil. Oleh karena itu DD melalui koran Republika kala itu berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu corp dakwah pedesaan diatas. Saat ini DD sdh tumbuh menjadi salah satu lembaga filantropi besar di Indonesia. Memiliki ratusan karyawan dgn kantor cabang di seluruh kota besar di Indonesia. Apa yg menyebabkan DD bisa tumbuh sebesar itu? ada 2 faktor penting penyebabnya yaitu :

1. Rekruitmen berbasis pada aktivis. Salah satu faktor terpenting dari rekruitmen di DD adalah mereka harus berasal dari aktivis di kampus. Mungkin pernah aktif di BEM, unit kegiatan, ketua panitia dan mungkin koordinator kegiatan kegiatan pengabdian masyarakat. Aktivitas di organisasi spt himpunan jurusan atau BEM akan mengasah leadership mereka sehingga mampu memimpin unit kegiatan atau unit pemberdayaan yg akan di kembangkan. Mereka sudah memiliki jiwa mandiri, kemampuan mengorganisasikan serta memimpin teamnya. Ini adalah karakter yg sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan lembaga jd tumbuh besar.

2. Fasilitasi dan dukung ide ide tim yg brilian. Dalam perkembangan lembaga sering muncul ide ide besar yg muncul selama perjalanan yg mungkin berbeda dengan ide utama lembaga. Misalnya waktu itu ketika ada bencana di Lampung, DD membentuk kepanitiaan untuk menyalurkan bantuan bencana alam. Ternyata tdk mudah menyalurkan bantuan. Mereka hrs nembentuk tim, melakukan pembagian tugas, menyiapkan transportasi dan logistik serta rekruitmen relawan. Setelah penyaluran bencana alam Lampung selesai, mereka melihat perlunya dibuat lembaga yg khusus menangani bencana lebih profesional. Tidak mungkin dengan model membentuk kepanitiaan. Oleh karena itu dibentuklah ACT yg khusus menangani bencana baik di dalam dan luar negeri. ACT diberi kebebasan untuk mengwlola organisasi dan melakukan penggalangan dana sendiri.

Tidak disangka ternyata saat ini ACT sudah mengungguli DD dalam melibatkan ribuan relawan bencana serta mampu menyalurkan bantuan lebih dari 800 M tahun ini, termasuk ke Pelestina, Rohingnya, Suriah, Iraq dan daerah konflik yg lain.

Bidang lain yg juga dikembangkan dengan spirit yg sama yaitu dalam bidang pelayanan kesehatan melalui LKC, Lumbung Ternak untuk ketahanan pangan dan Beasiswa dlm bidang pendidikan.

Lembaga harus mampu memfasilitasi dan mendukung ide ide besar yg muncul dari para aktivis atau karyawannya sehingga mereka tertantang untuk memperjuangkannya. Dari situ akan tumbuh unit unit kegiatan yg baru yg mungkin akan lebih besar dari lembaga induknya.

Wakaf Salman sendiri sebagai nazhir wakaf yg diberi amanah untuk mengelola aset aset wakaf harus mampu memproduktifkan aset asetnya. Tidak boleh mengandalkan penggalangan dari infak dan sedekah. Oleh karena itu menumbuhkan kegiatan usaha yg berbasis enterpreneurship tidak bisa dielakkan. Wakaf Salman harus mampu mendayagunakan dan memfasilitasi tumbuhnya usaha usaha baru yg dikelola oleh anak anak muda berbakat dan berbasis wakaf produktif.

Salah satu program wakaf produktif saat ini yg sedang dikembangkan adalah pembangunan RS Salman JIH Bandung di Soreang. Ini adalah program kemasyarakatan terbesar yg di inisiasi oleh YPM Salman dengan skema wakaf produktif. Rencananya tanggal 6 November ini Bupati Kabupaten Bandung akan ikut meresmikan ground breaking pembangunan RS Salman JIH Bandung.

Literasi
Artikel

Bagikan :

Literasi
Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us