Belajar Dari Perjodohan Khansa Binti Khadzam

Belajar Dari Perjodohan Khansa Binti Khadzam

By Markom Wakaf Salman

02/09/2021

Pada zaman sekarang, perjodohan terkesan identik dengan pemaksaan kehendak orang tua kepada anaknya. Apabila kita telusuri, di Islam sendiri justru perempuan memiliki pilihan dalam sebuah perjodohan. Selain mengetahui perbedaan persepsi perjodohan, kita juga mendapatkan pelajaran lainnya dari kisah Perjodohan Khansa binti Khadzam.

Suatu hari, seorang perempuan bernama Khansa binti Khadzam datang kepada Rasulullah SAW. Kedatangannya merupakan akibat dari keputusan ayahnya yang hendak melakukan perjodohan. Laki-laki pilihan ayahnya, bukanlah lelaki yang diharapkan.

Khansa menceritakan, ayahnya memaksa untuk menikah dengan lelaki yang masih ada hubungan sanak saudara. Rasulullah kemudian meminta Khansa untuk menuruti kemauan ayahnya. Namun, Khansa mengatakan bahwa dia tidak menginginkan perjodohan ini karena sudah mencintai lelaki lain.

Rasulullah kemudian berkata: "Kalau begitu, pergi dan nikahilah orang yang engkau cintai."

Lalu ketika menemui sang ayah, Khansa mengatakan, "Wahai ayahku, jika bukan karena kegundahan yang menghampiriku atas keputusanmu, niscaya aku tidak akan memohon kepadamu untuk tidak menjodohkanku. Alangkah anehnya seorang perawan cantik yang gaunnya ditarik untuk disandingkan dengan orang tua dari suatu kaum, pria tua itu mengatakan padanya bahwa dia mempunyai tali kerabat. Sesungguhnya, celakalah buat anak paman, baik dari ayah maupun ibu."

Khansa menolak lelaki pilihan ayahnya, juga karena perjodohannya dengan seorang lelaki menempatkan dia di posisi yang dipandang rendah. Oleh karena itu, dia teguh memilih Abu Lubabah bin Abdul Mundzir. Pada akhirnya, mereka berdua bisa menikah dan menjalani hidupnya.

Petik Pelajaran dari Perjodohan Khansa

Kisah ini menunjukkan khususnya kepada mereka yang memandang perempuan sebelah mata, bahwa kaum hawa memiliki tempat istimewa dalam Islam. Terbukti dari Rasulullah Saw. yang memberikan kedua pilihan berbeda untuk perjodohan Khansa sehingga ia tidak berada dalam kekangan apapun kecuali keputusannya sendiri.

Termasuk dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Ada hak-hak yang sama antara ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan). Walaupun ada batasan tertentu, tetapi tidak menghalangi langkah perempuan menggapai keinginannya di jalan yang diridhai Allah SWT.

Lalu, bagaimana dengan kewajiban berhijab bagi seorang muslimah? Apakah berhijab menghalangi langkah seseorang untuk meraih cita-cita?

Temukan jawabannya dan ungkap kecantikan sejati seorang muslimah melalui Live Instagram @wakafsalman.itb bertema "Reveal Your True Beauty" dalam rangka peringatan Solidaritas Hijab Internasional pada,

hari : Sabtu, 4 September 2021

jam : 16.00 s.d selesai

bersama Gaida Tsurayya dan brand hijab Jenna and Kaia. Dapatkan informasi pendaftaran di Instagram @wakafsalman.itb Tunjukkan solidaritasmu, #HijabKekuatanku.

update
Literasi
Artikel
event wakaf

Bagikan :

update
Literasi
Artikel
event wakaf
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us