Begini Ramadan di Palestina dan Jepang

Begini Ramadan di Palestina dan Jepang

By Markom Wakaf Salman

20/04/2022

Sahabat, bagaimana Ramadan-mu? Saat ini Muslim Indonesia sudah memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Meski dengan Covid-19 yang masih ada, namun kita patut bersyukur karena di tahun ini masjid-masijd kembali ramai. Kita pun bisa kembali bersua dengan keluarga dengan mudik ke kampung. Lain kabarnya dengan suasana Ramadan di Jepang dan Palestina.

Muslim di Jepang termasuk di dalamnya para mualaf, menjalankan ibadah puasa Ramadan di tengah musim panas. Suhunya lebih tinggi daripada biasanya dan mereka shaum selama 16 jam. Namun karena kondisi ini, justru sebagian muslim yang bekerja diperbolehkan pulang lebih dulu sehingga meringankan ibadah puasa mereka. Selain itu, masjid-masjid besar yang menyediakan ratusan porsi iftar setiap harinya juga memberikan kegembiraan bagi pemeluk Islam di sana.

Salah satu masjid penting dan strategis di Osaka, Jepang, yaitu Masjid Ibaraki. Sehari-harinya jamaah Masjid Ibaraki melakukan berbagai aktivitas budaya dan diskusi keislaman, selain waktu salat wajib. Bahkan setiap hari Sabtu, ada kelas membaca Al-Quran, kelas agama anak-anak, dan kelas sejarah. Khusus di bulan Ramadan, biasanya ada Ramadan Competition yang diikuti kebanyakan anak-anak keluarga muslim & mualaf.

Meskipun menjadi masjid strategis dan dijuluki sebagai the heart Islamic Cente of Osaka, masjid dari rumah minimalis keluarga Jepang ini perlu diperbaharui kembali agar bisa memaksimalkan sarana ibadah jamaah di Osaka. Selengkapnya, baca dan ikut berwakaf di sini. 

 

Beralih dari Jepang ke Palestina, ada kabar dari saudara muslim kita di sana yang akhir-akhir ini kembali ramai diperbincangkan. Saat ini mereka menjalankan ibadah puasa selama 16 jam setiap harinya di tengah-tengah konflik. Diberitakan pada Jumat (15/4/2022) lalu, terjadi bentrokan antara warga palestina dan polisi Israel di Masjid Al Aqsa. Meskipun menjadi tempat ibadah yang seharusnya bisa digunakan siapapun, Masjid Al Aqsa tidak luput menjadi lokasi konflik.

Dahulu, Muslim Palestina biasanya mewarnai Ramadan dengan berbagai lentera yang mereka pasang di sektiar tempat tinggalnya. Tetapi sejak pandemi Covid-19 melanda, ekonomi di sana turun. Pasar pun sepi dan sejak 2020 sampai 2021 mereka menghadapi Ramadan dalam keasingan diam di rumah. Sekarang Ramadan 2022, mereka sudah bisa keluar rumah. Meskipun tetap harus menghadapi suasana mencekam konflik, waktu Maghrib tetap membahagiakan mereka sebagaimana momen berbuka puasa menjadi waktu yang indah bagi seorang yang berpuasa.

Terkhusus di jalur Gaza, besar harapan Masjid Syekh AJlin segera terbangun. Masjid ini kelak bisa menjadi tempat saudara-saudara ktia di sana untuk bernaung, beribadah, dan berbuka puasa dengan tenang. Meskipun saat ini, bangunan baru masjid yang telah tampak sudah bisa digunakan para pekerja yang giat melanjutkan pembangunan dalam kondisi berpuasa. Selengkapnya bisa baca dan ikut berwakaf di sini.

update
Literasi
Artikel

Bagikan :

update
Literasi
Artikel
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us