Angka Diabetes Pada Anak Meningkat, Simak Faktor dan Cara Pencegahannya!

Angka Diabetes Pada Anak Meningkat, Simak Faktor dan Cara Pencegahannya!

Tahukah #SobatWakaf, bahwa diabetes tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja? Penyakit diabetes melitus atau dikenal dengan penyakit gula adalah penyakit jangka panjang atau kronis. Penyakit ini memiliki banyak sebab, satu di antaranya adalah karena resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi ketika sel tubuh mengabaikan sinyal insulin. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. 

 

 

Faktanya, diabetes pada anak juga terjadi dengan angka yang memprihatinkan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis data bahwa tersebar 1.645 anak dengan kasus penyakit gula pada tahun 2023. Data ini meningkat sebesar 70 kali lipat sejak 2018. Lalu bagaimana sih cara menekan angka tersebut pada periode tahun ke depannya? Yuk simak tulisan ini sampai habis untuk mengenali diabetes pada anak serta langkah-langkah pencegahannya!

Pengertian Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah sebuah kondisi di mana kadar gula dalam darah (glukosa) melebihi normal. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengabaikan sinyal insulin yang pada akhirnya menyebabkan penumpukan gula dalam darah. Kadar normal gula dalam darah adalah dibawah angka 100 mg/dL. Penyakit ini perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan penyakit komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. 

Diabetes memiliki 2 tipe, di antaranya:

  • Diabetes tipe 1. jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali. 
  • Diabetes tipe 2. Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal. 

Faktor Risiko Gula Darah Tinggi (Diabetes Melitus)

Dilansir dari halodoc, terdapat beberapa faktor risiko terjadinya diabetes, di antaranya adalah:

  • Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.
  • Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.
  • Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.
  • Faktor pemicu lainnya, seperti mengkonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Sementara itu, berikut adalah beberapa faktor risiko dari penyakit gula tipe 2, antara lain:

  • Berat badan berlebih atau obesitas.
  • Distribusi lemak perut yang tinggi.
  • Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.
  • Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.
  • Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.
  • Usia diatas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.
  • Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.
  • Riwayat diabetes saat hamil.
  • Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Penanganan Rutin Diabetes Pada Anak

Diabetes pada anak adalah mimpi buruk berkepanjangan. Sayangnya, data yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan signifikan penyakit ini menyerang anak-anak. Pola hidup yang sehat dengan memilih makanan bernutrisi seimbang serta rutin berolahraga adalah salah satu kunci. Selain itu, beberapa penanganan di bawah ini perlu menjadi perhatian semua orang tua!

Sebelum membahas tentang penanganan diabetes pada anak, ada beberapa gejala awal yang harus diperhatikan yaitu:

  • Rasa lapar ekstrim
  • Berat badan turun namun tidak diketahui penyebabnya
  • Meningkatnya rasa haus
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil
  • Infeksi dan luka pada tubuh dengan penyembuhan yang lama
  • Mudah merasa kelelahan

Sayangnya, penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan. Beberapa obat yang diarahkan oleh dokter hanya mampu mengendalikan kadar gula dalam darah. Hal ini mengakibatkan penderita diabetes diharuskan mengkonsumsi obat sepanjang hidup. 

Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin sama sekali. Maka, perlu pertolongan external yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan insulin secara rutin. Hal lain yang bisa dilakukan sebagai orang tua dengan anak pengidap diabetes adalah menjaga pola makan sehat dengan menghitung kadar karbohidrat, memantau gula darah, memastikan anak berolahraga rutin, serta menjaga berat badan dengan IBM ideal. 

Pada diabetes tipe 2, terjadi karena resistensi insulin, yaitu tubuh tidak mampu menyerap insulin secara sempurna. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah kontrol diet, perubahan gaya hidup, dan obat-obatan seperti metformin agar tubuh lebih efektif merespons insulin. 

Selain itu, diabetes pada anak memerlukan pendampingan orang tua secara teratur untuk mengecek kadar gula dalam darah. Proses pemeriksaan ini atau disebut dengan medical check up dapat dilakukan pada layanan kesehatan terdekat melalui laboratorium. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kadar gula dalam darah tetap stabil.

Layanan Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu nikmat yang terkadang luput disyukuri. Jangan sampai #SobatWakaf menyesal karena tidak menjaga kesehatan sedini mungkin. Layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan adalah hal primer yang dibutuhkan oleh masyarakat. Ketersediaan layanan kesehatan yang cukup dengan fasilitas yang memadai adalah tonggak penunjang keberlangsungan kehidupan bangsa. 

Pada kasus diabetes, setidaknya dibutuhkan medical check up rutin setiap satu bulan sekali. Hal ini berkaitan dengan pengecekan kadar gula dalam darah, HbA1c atau hemoglobin A1C, dan tes urin. Ketersediaan layanan kesehatan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan yang darurat mengingat angka diabetes pada anak yang tidak sedikit. Sebagai bentuk kepeduliaan terhadap sesama, #SobatWakaf dapat bersama-sama mengulurkan tangan untuk mendukung program pembangunan RS Salman Hospital

Nantinya, Rumah Sakit Salman Hospital akan dibalut dengan program-program berbasis islami, berskema wakaf terpadu, hingga berteknologi modern bagi masyarakat Jawa Barat. Melalui gotong royong wakaf, tekad mewujudkan mimpi membangun peradaban melalui sektor kesehatan & wakaf produktif bisa semakin kuat terpenuhi. Atas izin Allah, wakaf atau sedekah jariyah yang #SobatWakaf salurkan akan menjadi bekal amalan jariyah yang memberi manfaat berkelanjutan untuk umat juga menuntun menuju surga-Nya.


Mari dukung terus pembangunan RS Salman Hospital!

Artikel
Wakaf
Rumah Sakit

Bagikan :

Artikel
Wakaf
Rumah Sakit
Bagikan

Berita Lainnya

Contact Us

Contact Us