Memasuki tahun baru Hijriah, banyak umat Muslim mulai mencari amalan muharram yang bisa dilakukan untuk mengawali tahun dengan lebih baik. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan termasuk ke dalam empat bulan haram (Al-Asyhur Al-Hurum) yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Karena memiliki kedudukan yang istimewa, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal saleh selama bulan Muharram. Momentum ini bisa menjadi kesempatan untuk melakukan “hijrah” dalam arti yang lebih luas: memperbaiki ibadah, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lalu, apa saja amalan yang dianjurkan di bulan Muharram? Berikut lima amalan yang dapat Sobat Wakaf lakukan.
Table of Contents
Keistimewaan Bulan Muharram dalam Islam
Sebelum membahas berbagai amalan muharram, penting untuk memahami mengapa bulan ini begitu istimewa.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan dalam ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.”
(QS. At-Taubah: 36)
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Menurut para ulama, bulan-bulan ini memiliki kemuliaan khusus sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perbuatan dosa.
Rasulullah ﷺ bahkan menyebut Muharram sebagai “bulan Allah”, sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaannya.
Baca Juga: Sedekah Subuh Muharram dapat Mendatangkan Keberkahan?
5 Amalan Muharram
Berpuasa Sunnah di Bulan Muharram
Salah satu amalan muharram yang paling utama adalah memperbanyak puasa sunnah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”
(HR. Muslim no. 1163)
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa Muharram adalah waktu terbaik untuk memperbanyak puasa sunnah setelah Ramadan.
Selain puasa secara umum, terdapat puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram yang memiliki keutamaan luar biasa.
Keutamaan Puasa Asyura
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
(HR. Muslim no. 1162)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram atau 10 dan 11 Muharram agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi pada masa Rasulullah ﷺ.
Memperbanyak Sedekah
Muharram juga menjadi waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama.
Sedekah merupakan salah satu amalan yang dicintai Allah SWT dan memiliki manfaat yang luas, baik bagi pemberi maupun penerima. Melalui sedekah, seorang Muslim belajar untuk mensyukuri nikmat yang dimiliki sekaligus membantu meringankan beban orang lain.
Tidak harus dalam jumlah besar, sedekah bisa dilakukan melalui:
- Berbagi makanan
- Membantu kebutuhan keluarga dhuafa
- Menyantuni anak yatim
- Mendukung program sosial dan kemanusiaan
Yang terpenting adalah keikhlasan dalam memberi.
Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Bulan Muharram juga menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak dzikir dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Sebagai awal tahun Hijriah, Muharram dapat dijadikan waktu untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah). Kita dapat merenungkan berbagai kesalahan yang pernah dilakukan dan memperbanyak istighfar sebagai bentuk taubat kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)
Dzikir dan istighfar membantu hati menjadi lebih tenang sekaligus memperkuat hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.
Menyambung Silaturahmi dan Berbuat Baik kepada Sesama
Salah satu amalan muharram yang sering terlupakan adalah memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Awal tahun Hijriah bisa menjadi momen yang tepat untuk:
- Mempererat hubungan keluarga
- Meminta maaf kepada orang lain
- Menjenguk kerabat
- Membantu tetangga yang membutuhkan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557)
Amalan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam kehidupan sosial maupun spiritual.
Baca Juga: 5 Ide Sedekah Muharram yang Bisa Dilakukan
Memulai Sedekah Jariyah Melalui Wakaf
Jika ingin menjalankan amalan muharram yang manfaatnya tidak berhenti di bulan ini saja, maka sedekah jariyah melalui wakaf bisa menjadi pilihan yang sangat baik.
Berbeda dengan sedekah biasa yang manfaatnya mungkin habis setelah digunakan, wakaf dirancang untuk memberikan manfaat berkelanjutan kepada masyarakat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim no. 1631)
Melalui wakaf, seorang Muslim dapat berkontribusi pada berbagai program yang manfaatnya terus dirasakan, seperti:
- Pembangunan masjid
- Pendidikan generasi muda
- Penyediaan air bersih
- Pemberdayaan ekonomi umat
- Pengembangan fasilitas sosial
Inilah salah satu bentuk amal yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Mengapa Muharram Cocok untuk Memulai Kebiasaan Baik?
Banyak orang memanfaatkan pergantian tahun sebagai waktu untuk membuat resolusi dan target baru. Dalam Islam, Muharram dapat menjadi momentum untuk memulai kebiasaan-kebiasaan yang lebih baik.
Daripada hanya fokus pada perubahan duniawi, bulan Muharram mengajarkan kita untuk membangun perubahan yang bernilai akhirat. Dengan memperbanyak amal saleh sejak awal tahun, kita berharap perjalanan ibadah selama satu tahun ke depan menjadi lebih baik dan lebih berkah.
Karena itu, Muharram bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi juga kesempatan untuk memperbarui niat dan memperkuat komitmen dalam beribadah.
Ada banyak amalan muharram yang bisa dilakukan untuk mengisi bulan yang mulia ini. Mulai dari berpuasa sunnah, memperbanyak sedekah, berdzikir, mempererat silaturahmi, hingga memulai sedekah jariyah melalui wakaf.
Kelima amalan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian kepada sesama. Di antara semuanya, wakaf dan sedekah jariyah memiliki keistimewaan tersendiri karena manfaatnya dapat terus mengalir dalam jangka panjang.
Maka, jika Muharram adalah awal perjalanan baru, mengapa tidak memulainya dengan amal yang manfaatnya bisa terus hidup bahkan hingga bertahun-tahun ke depan? Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk mengisi bulan Muharram dengan amal-amal terbaik dan menjadikannya sebagai jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat. Aamiin.
Yuk, klik tombol di bawah!

